The True Worshipper

ev.Onna Tahapary

Dalam Yohanes 4:1-42, kita mendapati ada beberapa prinsip untuk menjadi seorang penyembah seperti yang Tuhan inginkan, diantaranya:

1. Untuk memulai sebuah penyembahan, kita harus memiliki kemerdekaan dalam konsep berpikir. Yohanes 4:7-9, “Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: Berilah Aku minum. Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Yohanes 4:19-20, “Kata perempuan itu kepada-Nya: Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Dalam percakapan antara perempuan Samaria dengan Yesus, kita dapat melihat konsep berpikir lama yang dimiliki perempuan Samaria itu, yaitu:

  • Orang Yahudi tidak berurusan dengan orang Samaria, namun Yesus memutuskan untuk bergaul dengan perempuan Samaria itu.
  • Tempat penyembahan itu di gunung, sedangkan orang Yahudi percaya menyembah yang sebenarnya harus di Yerusalem. Dalam Yohanes 4:21, “Kata Yesus kepadanya: Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.”

Tempat, seharusnya tidak membatasi seseorang untuk menyembah Tuhan. Menyembah, bukan berbicara mengenai sistim (warisan nilai budaya tentang cara menyembah), aliran (Karismatik, Protestan, dan lain-lain), bukan masalah mengangkat tangan atau tidak, menggunakan bahasa Roh atau tidak, memuji dan menyembah dengan iringan full band atau hening tanpa tepuk tangan. Keberhasilan penyembahan dimulai dari membangun keintiman hubungan dengan Tuhan. Penyembahan adalah pribadi saya dengan Tuhan, bukan dipandang dari cara saya menyembah. Dalam Yohanes 4:22, “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” Jangan mengurusi cara orang menyembah, yang terpenting adalah kita harus mengenal siapa Tuhan yang kita sembah. Yohanes 8:32 berkata, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

2. Supaya penyembahan berkembang, harus dilandasi kesadaran akan anugrah dan karya penyelamatan yang telah dilakukan Yesus untuk kita. Yohanes 4:10 berbicara mengenai grace, give, “Jawab Yesus kepadanya: Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Dalam Yohanes 4:13-14, “Jawab Yesus kepadanya: Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” berarti everlasting life, kehidupan yang kekal yang tak mungkin tercipta tanpa karya penyelamatan. Untuk dapat memiliki penyembahan yang berkembang, kita harus senantiasa menghargai anugrah dan karya penyelamatan Tuhan Yesus setiap hari.

Dalam Lukas 7:41-45, “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? Jawab Simon: Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya. Kata Yesus kepadanya: Betul pendapatmu itu. Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.” Perhatikanlah urutannya: mengasihi, mencium (ekspresi mengasihi), menyembah. Orang yang menyadari dirinya berdosa dan benar-benar menyadari bahwa dosanya telah diampuni Tuhan, ia akan lebih gentar kepada Tuhan, lebih menghormati, dan menyembah Tuhan tanpa disuruh. Orang yang senantiasa merenungkan pengorbanan Tuhan setiap hari akan selalu memiliki alasan untuk menyembah-Nya. Ketika kita menyembah, bukan sekedar mengungkapkan bahwa Tuhan itu baik, tapi sungguh-sungguh timbul dari hati terdalam mengatakan hal tersebut untuk Tuhan (Yesaya 63:9).

3. Penyembahan mengalami kematangan, karena ada ketaatan pada Firman Tuhan (The True Worshipper). Yohanes 4:23, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yohanes 6:63, “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Saat kita menyembah Bapa dalam rohberarti kita sedang menyembah-Nya sesuai dengan perkataan-perkataan-Nya, yaitu Firman Tuhan. Menyembah dalam Roh berbeda dengan menyembah dengan bahasa Roh. Setiap kali kita memutuskan untuk taat pada Tuhan, itu merupakan salah satu bentuk penyembahan. Penyembahan sejati adalah penyembahan yang telah teruji, berupa sekelompok orang yang menyembah Tuhan dalam ketaatan. Allah adalah Roh. Menyembah dalam Roh berarti menghormati perkataan Tuhan (Firman Tuhan yang adalah Allah sendiri). Roma 4:20-22 menuliskan, “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” Penyembah Sejati berarti menghormati dan melakukan Firman Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s