Road to Intimacy

brt3_1

ps.Philip Mantofa

Don’t be a creature of coincidence. Bangun diri kita diatas prinsip yang alkitabiah, kudus, benar, dan berasal dari Kristus. Kita tidak sekedar dipanggil untuk lahir baru. Pasti ada rencana Tuhan dibalik keselamatan kita. Bertahan saja tidak cukup, kita dipanggil tidak hanya untuk mempertahankan keselamatan, tapi juga untuk memanifestasikan Kerajaan Surga, melihat dan mengalami kemuliaan Allah dibumi. Jadilah pribadi yang menginginkan sesuatu yang lebih, jangan hidup dibatasi perkataan manusia. Jangan mengikuti kebiasaan yang menjadi standar dunia, tapi ikuti standar Kerajaan Surga. How we believed will determine how He is doing in us. Dalam Yohanes 5:1-2, “Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.” Betesda terletak ditengah padatnya kota Yerusalem. Dikolam Betesda berkumpul orang-orang yang stagnasi dan tak berpengharapan. Kolam ini bukanlah ideal atau rencana-Nya Allah. Allah paling putus asa dengan jemaat-Nya yang komitmen untuk stagnasi, karena ini menjadi suatu paradigma yang terkutuk. Lebih sukar mengentaskan orang Kristen yang suam-suam kuku daripada membakar hati orang-orang yang berapi-api untuk datang menyembah pada Tuhan. Lima serambi, berbicara mengenai serambi maut yang ada dalam gereja-gereja Tuhan diseluruh dunia, tempat berkumpulnya orang-orang yang berkomitmen untuk menjadi stagnasi dan biasa-biasa didalam Tuhan. Lima macam serambi tersebut diantaranya:

  1. Serambi sebagai tempat bersembunyi (Yohanes 5:3). Usia pekerja adalah usia paling bahaya, dimana kita menolak tanggungjawab lebih dari Roh Kudus atas setiap talenta kita, dan akhirnya membuat kita ikut Tuhan hanya untuk menunggu masuk Surga. Tuhan mengetahui tiap talenta yang kita sembunyikan. Orang yang berada diserambi ini hanya menunggu waktu Tuhan mengangkat dan memberkati hidupnya. Sekalipun kita ‘buta’, Tuhan mau kita bangkit untuk kemuliaan-Nya dinyatakan. Dia mempunyai misi dan tujuan dalam hidup kita. Saat kita memutuskan untuk tidak mempunyai tujuan, disaat itulah kita memutuskan tinggal dalam serambi.
  2. Serambi sebagai tempat hangout. Usia pekerja adalah usia dimana kita lebih sering bergaul dengan orang yang serupa dengan kita. Hari-hari ini pun, gereja dijadikan tempat hangout. Orang yang berada diserambi ini karena ia menolak melakukan perkara-perkara baru yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Kita seharusnya tidak bergaul dan berkumpul dengan orang-orang yang setipikal. Kita harus mencoba melangkah dan mau berpikir diluar kotak untuk bisa dipakai Tuhan dan Roh Kudus secara luar biasa. Berikan ruang bagi Roh Kudus untuk memakai hidup kita.
  3. Serambi sebagai tempat menunggu keberuntungan (Yohanes 5:4). Usia pekerja adalah usia krusial, dimana kita menunggu penggenapan janji Allah dan terwujudnya mimpi kita. Pada usia kita, pada dasarnya terdapat dua golongan kemah, yaitu kemah orang yang mempunyai mimpi dan kemah orang tanpa mimpi. Nikmatilah segala yang kita miliki saat ini, jadilah maksimal dan berbahagialah didalamnya untuk kemuliaan Tuhan.
  4. Serambi sebagai tempat seribu satu alasan (Yohanes 5:5-7). Hidup memang memberi kita banyak alasan atas segala yang terjadi didalamnya. Miliki hidup yang berbeda dengan mengikuti standar Tuhan. Jangan mengikuti standar dunia yang selalu beralasan atas kondisinya. Jangan beri seribu satu alasan untuk setiap kekalahan. Kita harus berjuang dalam perjuangan iman dan percaya bahwa hidup kita harus berbeda, karena kita mempunyai Tuhan.
  5. Serambi sebagai tempat tertinggal akan kegerakan rohani yang besar (Yohanes 5:8-13). Orang lumpuh di’buta’kan oleh perkara-perkara besar kegerakan rohani yang terjadi dizamannya. Orang lumpuh itu sekalipun mengalami kesembuhan, namun ia dibutakan dan tidak mengerti siapa yang menyembuhkannya. Jangan sampai dizaman kita hidup, ada kegerakan luar biasa yang Tuhan lakukan, namun kita tidak tau, bahkan tidak mengalaminya. Jangan miliki hidup yang biasa-biasa. Miliki mentalitas hidup yang selalu ingin dipakai Tuhan secara luar biasa.

Gereja Mawar Sharon, 23 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s