Persahabatan

brt3_1ps.Philip Mantofa

Persahabatan dimulai dari rumah, terutama dengan orangtua kita. Persahabatan dirumah bersifat dua arah, dari anak-anak terhadap orangtua dan dari orangtua terhadap anak-anak. Berikutnya, kita juga perlu membangun persahabatan dengan teman sebaya. Terakhir, membangun persahabatan sejati dengan teman lawan jenis, sebelum memulai masa pacaran. Pada saat itulah, kita akan lebih mengerti seperti apa teman lawan jenis kita, apakah dia orang baik, benar, setia, dan teruji dihadapan Tuhan? Kita harus menyadari bahwa hidup kita hanya sementara. Karena itu, carilah nilai kekekalan dalam persabatan. Persahabatan adalah karunia Tuhan, karena itu hargailah persahabatan sebelum mereka hilang. Hormatilah orangtua yang Tuhan beri dalam hidup kita, karena mereka tak selamanya menjadi orangtua kita. Ketika kita masuk kedalam Kerajaan Surga, kita semua akan menjadi sebaya. Hidup ini cuma menumpang, karena itu hargailah setiap orang, seolah hari ini adalah hari terakhir kita hidup. Sekalipun hari ini kita memiliki banyak teman, pada akhirnya kita hanya akan bersama beberapa orang memasuki Tanah Perjanjian yang Tuhan berikan atas hidup kita. Suatu hari kelak, kita akan membuat keputusan dengan siapa kita akan bekerjasama, berteman, atau berhubungan dimasa depan.

Dalam Kejadian 37:3, “Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.” Kata ‘jubah maha indah’ dalam terjemahan bahasa Inggrisnya ditulis ‘coat of many colors’ (jubah dengan banyak warna). Jangan membatasi diri hanya mau bersahabat dengan satu golongan orang yang setara dan sepemikiran dengan kita. Kita akan mengalami mandul rohani saat kita tidak mau belajar dari orang lain. Belajarlah dari berbagai golongan orang. Karunia membedakan roh berfungsi supaya kita tidak jatuh kedalam pergaulan yang salah. Penting bagi kita untuk mampu menilai warna asli seseorang, untuk menjaga diri sendiri dan mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup kita. Saudara-saudara pun tidak otomatis menjadi teman sejati yang mendukung tiap impian. Persahabatan membutuhkan waktu dan dukungan untuk sevisi dan setujuan. Seorang teman sejati akan bahagia, mendukung, dan mendoakan apa yang menjadi impian kita, dialah orang yang akan menangis dengan kita saat kita menangis. Jika kita belum menemukan teman sejati, jadilah teman yang sejati, maka kita akan menemukan teman sejati. Ada tiga jenis teman, diantaranya:

  1. Teman perang adalah teman yang membenci segala yang kita benci. Jangan kaget jika suatu hari mereka meninggalkan kita karena mereka tidak benar-benar berada dipihak kita. Inilah jenis teman dimasa krisis. Jangan tolak mereka, sebab mereka berguna dimasa-masa tertentu hidup kita.
  2. Teman kerja adalah teman yang bersama dengan kita karena apa yang kita perjuangkan, meskipun sebenarnya mereka tidak benar-benar menjadi teman dalam hidup kita. Jenis teman seperti ini akan terus bersama kita selama kita sukses dan berhasil, bahkan mereka akan bekerja untuk kita. Kepada jenis teman seperti ini, Tuhan mengajar kita untuk tidak sembarangan menceritakan mimpi kita, sebab mereka akan berusaha mencapai mimpi kita tanpa kita. Miliki hubungan yang baik terutama dengan keluarga kita dan juga dengan keluarga Allah yang kita miliki. Janji Allah dipersiapkan bagi hidup kita untuk hari esok. Pada Kejadian 37:6-10, mimpi Yusuf merupakan hal yang benar, namun sayangnya Yusuf menceritakan mimpinya pada pendengar yang salah.
  3. Teman sejati adalah teman yang benar dan berani menegur kita untuk kebaikan kita. Jenis teman ini dimulai dari orangtua. Ayah Yusuf melihat kepolosan Yusuf saat ia menceritakan mimpinya, karenanya ayah Yusuf menegur dan menghentikan apa yang anaknya sampaikan. Teman sejati adalah teman yang mengasihi kita tanpa syarat, yang ingin melihat kita besar dan berhasil. Mereka akan bersama dengan kita sampai kita mencapai Tanah Kanaan. Orangtua pun tidak jaminan merupakan teman sejati atas hidup kita. Orangtua berbicara bukan mengenai posisi, melainkan berbicara mengenai fungsi. Teman sejati memiliki mimpi kita didalam hatinya. Teman sejati adalah ‘the gate keeper of Heaven” dalam hidup kita. Jika dalam hidup kita, kita memiliki dua atau tiga teman sejati, maka hidup kita akan sangat diberkati. Ketika Tuhan ingin memberkati hidup kita, Tuhan tidak akan mengirimkan berkat-Nya secara langsung, melainkan melalui perantaraan orang lain. Jangan bersedih atas orang yang meninggalkan kita, tapi selalu hargailah siapa yang Tuhan utus bagi hidup kita, siapa yang setia, sehati, dan berada dipihak kita seumur hidup kita.

Gereja Mawar Sharon, 17 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s