Melakukan Perubahan Posisi

ps.Welyar Kauntu

Efesus 5:14 menuliskan, “Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Firman Tuhan berbicara pada kita untuk bangun dan bangkitlah, sebuah perintah untuk melakukan perubahan posisi dari tidur menjadi bangun. Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya, entering the next level, dimana kita harus mengalami perubahan hidup dari yang tidur menjadi bangkit, maka kemuliaan Tuhan pun akan bersinar atas kita. Tuhan mau kita naik ke level yang lebih tinggi. Tidur berbicara mengenai kadar hubungan kita dengan Tuhan. Mungkin, beberapa diantara kita ada yang rohaninya masih tidur, dan Tuhan perintahkan untuk bangun dan bangkitlah. Roma 4:18 berbicara mengenai Abraham, dimana ia tidak memiliki dasar untuk berharap, semua alasan yang memungkinkan janji Tuhan digenapi dalam hidupnya sudah tidak ada lagi, tapi Abraham tetap berharap dan percaya pada janji Tuhan, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa. Yesus mengalami kemenangan demi kemenangan karena Dia penuh dengan Firman dan Roh Tuhan. Rasul Paulus berkata bahwa kita harus bangkit dan menjadi terang, supaya terang Tuhan bercahaya atas kita, artinya kita harus penuh dengan Roh Tuhan maka terang Tuhan bercahaya atas kita.

Efesus 5:15-17, “Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari ayat tersebut, diantaranya (ayat 15) perhatikan dengan seksama hidup kita, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Apa yang Tuhan mau kita berubah, berubahlah. (ayat 16) Pergunakan waktu yang ada dengan baik, karena hari-hari ini jahat. Dengan kata lain, hal yang jahat dapat menimpa kita, jika kita tidak menggunakan waktu dengan baik. Pergunakan waktu yang ada untuk mengkoreksi diri dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Amsal 1:7a berkata, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,” artinya jika kita takut akan Tuhan dan mengerti akan Tuhan, maka kita akan memahami jalan-jalan-Nya dalam hal apapun. (ayat 17) Skala prioritas dalam kehidupan kita, yaitu: (1) Hubungan kita dengan Tuhan (Matius 6:33); (2) Keluarga, (3) Pelayanan/pekerjaan, dan selanjutnya menikmati segala yang Tuhan sediakan bagi kita (rekreasi, hobi, dan sebagainya). Jika kita menetapkan prioritas seperti yang Tuhan mau, berarti kita mengerti kehendak Tuhan. Jika kita salah dalam menempatkan skala prioritas dalam kehidupan, maka kejahatan (masalah demi masalah) dapat terjadi atas hidup kita.

Prioritas terutama adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan, seperti Maria yang selalu mengutamakan hubungan pribadinya dengan Tuhan, bukan seperti Marta yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Maria memberikan waktu yang terbaik dalam kehidupannya untuk memprioritaskan dirinya pada Tuhan. Jika kita memprioritaskan hubungan pribadi dengan Tuhan, maka hidup kita akan diberkati Tuhan. Kata ‘proskuneo’ (worship), berarti memberikan waktu yang terbaik kepada Tuhan. Rasul Paulus memberi nasihat untuk kita merubah posisi kita, seperti tertulis dalam Efesus 5:18-21, “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” diantaranya:

  1. (Efesus 5:18) Jangan mabuk oleh anggur. Anggur berbicara mengenai hal-hal duniawi yang disediakan untuk kita. Misal: hobi, pekerjaan, menonton, internet, dan sebagainya. Jika kita terlalu berlebihan terhadap hal-hal duniawi, ini yang dikatakan dengan istilah ‘mabuk’. Mabuk berarti sudah tidak fokus terhadap hal lain, sehingga prioritas pada Tuhan dikesampingkan. Biarlah kita penuh dengan Firman dan Roh Tuhan, bukan mabuk oleh anggur, supaya kemuliaan Tuhan bercahaya atas kita.
  2. (Efesus 5:19) Banyak memuji dan menyembah Tuhan. Orang yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang didalam hatinya penuh dengan pujian pada Tuhan (making melody in your heart), mereka pasti merasakan pernyataan Tuhan dalam hidupnya. Jika kita senantiasa berada dalam hadirat Tuhan, maka itu merupakan tempat teraman bagi hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s