Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat

brt3_1ps.Philip Mantofa

Dalam Ester 6:1, “Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.” Raja tidak dapat tidur setelah dijamu Ester, ia merasa diperhatikan, disayangi, bahkan segala yang Ester berikan adalah yang menjadi kesukaan raja. Jangan merasa hebat saat kita sudah mengorbankan segalanya untuk Tuhan, karena semua adalah milik-Nya. Satu-satunya yang dapat kita berikan, yang memukau hati Raja, yaitu saat kita mencintai Tuhan dengan segenap hati. It’s not what you know, but who you know, that matters in life. Multiplikasi terjadi bukan karena kita hebat, tapi karena kita mengasihi Raja tanpa syarat. Banyak anak Tuhan datang ke pelataran-Nya sibuk meminta berkat, padahal kunci menerima berkat adalah saat kita memenangkan dan memukai hati Tuhan dengan rasa sayang kita kepada-Nya. Dalam Zefanya 3:17, “Tuhan Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih- Nya, Ia bersorak- sorak karena engkau dengan sorak- sorai,” Kesukaan Allah akan kita, karena Allah merasa istimewa dan terpukau dengan penyembahan yang tulus dan rasa cinta kita kepada-Nya. Apa yang Tuhan lakukan ketika Dia tidak tidur?

Memeriksa arsip kehidupan kita. Tuhan memberkati tiap orang yang dikasihi-Nya. Seberat apapun masalah hidup kita, sekalipun kita makan satu meja dengan musuh kita, sekalipun musuh ada di depan kita, beristirahatlah dengan nyaman. Percayalah bahwa Allah sedang melakukan sesuatu, Dia menyediakan berkat-Nya dalam hidup kita. Kesucian itu berasal dari Tuhan, namun kekudusan berasal dari kita. Keselamatan itu dianugerahkan Tuhan, tapi ketaatan itu bagian kita. Jangan memberikan kesucian atau keselamatan pada Tuhan, karena hal itu merupakan sesuatu yang Dia miliki. Berikanlah kekudusan dan ketaatan kita pada Tuhan. Hiduplah dengan standar yang berbeda dengan dunia. Lakukan hukum taurat, bukan demi masuk Surga, lakukanlah karena kita mengasihi Tuhan. Buatlah Allah terkagum dan terpukau dengan kekudusan dan ketaatan yang kita berikan kepada-Nya. Bisakah kita membuat Tuhan berkata dalam hidup kita, bahwa Tuhan tidak dapat hidup tanpa kita? Titik ini bukan lagi taraf keselamatan, tapi taraf keintiman. Setiap perbuatan yang kita pikir telah dilupakan Tuhan, akan kembali diingat saat sang Raja membuka arsip kehidupan kita.

Merencanakan penghargaan bagi kita. Saat kita dalam masalah, tidurlah dengan tenang, berdoalah dengan pengharapan, dan percaya ada mujizat yang akan memberi kita jalan keluar. Kasih itu gratis, namun perkenanan Tuhan ada harga yang harus dibayar. Saat kita masih berbuat dosa dan meminta sesuatu, maka Tuhan akan mengatakan tunggu dulu sebelum memberkati kita. Sama seperti anak bungsu yang telah meminta warisan ayahnya, ketika ia kembali, tak mungkin ayahnya langsung memberi warisan baginya sebelum hidupnya berubah. Tuhan akan memberikan penghargaan atas hidup kita melalui musuh kita. Jangan pernah membalas orang yang menentang bahkan menjatuhkan kita, tapi doakanlah mereka, karena Tuhan sendiri yang akan membela kita. Tuhan itu ahli mengadakan pemutarbalikan ilahi, dimana musuh kita justru akan berada dipihak kita. Sebelum kita tidur, ucapkan pesan kecil yang mengingatkan Tuhan betapa kita mengasihi-Nya. Kehidupan kudus yang kita jaga itu berarti bagi Tuhan. Tabunglah air mata kita, tetes demi tetes dalam kirbat Allah, sehingga saat kita memerlukan perkenanan-Nya, Allah akan turun tangan menolong kita. Mujizat Tuhan terjadi pada waktu dan tempat tertentu, tanpa kita menyadarinya. Tuhan selalu bekerja ditempat tersembunyi, saat manusia tidak melihatnya. Segala hal yang tidak diharapkan dan disangka manusia, hal itulah yang Tuhan kerjakan atas hidup kita. Jangan memberitahukan Tuhan apa yang harus Dia lakukan, tapi lakukanlah hanya yang menjadi bagian kita, yang seharusnya kita lakukan.

Ada waktu ketika Tuhan sudah mengangkat dan memberkati kita, iblis tau bahwa ia sudah tidak sanggup lagi untuk menjatuhkan kita. Pengakuan Tuhan dan manusia adalah hal yang biasa, namun saat musuh kita (iblis) meninggikan kita, berarti kita memang benar-benar menang, bahkan lebih dari pemenang. Banyak kita merasa kehilangan dan gagal saat kita jatuh, padahal dalam Yesaya 54:17 dikatakan, “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba- hamba Tuhan dan kebenaran yang mereka terima dari pada- Ku, demikianlah firman Tuhan.” Setiap senjata yang ditempa atas kita, akan menjadi jalan Tuhan untuk memberkati kita. Senjata yang ditempa bukan berbicara sekedar senjata yang sudah jadi, tapi senjata yang siap pakai. Saat kita tidak dihina dan dijatuhkan, maka kita tidak dapat membuktikan bahwa ternyata hinaan yang ditujukan pada kita adalah keliru.

Seri Pengajaran Kitab Ester, Pasal 6, 10 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s