Kebenaran dan Perkenanan

brt3_1ps.Philip Mantofa

Hari Tuhan adalah hari pembebasan umat-Nya, dimana Tuhan memutarbalikkan hidup kita. Hari Tuhan tidak dibatasi oleh Sabtu atau Minggu. Jangan pesimis menghadapi hari esok. Masih banyak hari-hari Tuhan yang Dia akan kerjakan untuk merancangkan hari kemenangan dalam hidup kita. Seorang pemazmur berkata bahwa satu hari Tuhan sama dengan seribu tahun. Dengan kata lain, dalam sehari, Tuhan sanggup mengembalikan semua yang dicuri iblis seumur hidup kita. Tuhan sanggup membuat kita menjadi yang terdepan dari yang lain, hanya dalam sehari. Selama kita hidup berkenan dihadapan Tuhan, suatu hari Dia akan memutarbalikkan semua dari kehidupan yang buruk menjadi yang baik. Tuhan sanggup membuat kita menerima berkat sepuluh tahun hanya dalam sehari. Jika Tuhan hadir dalam hidup kita, Tuhan akan mengubahkan hidup dari penjara menjadi hidup yang penuh kemenangan. Menjadi pesimis adalah kriminalitas di mata Surga. Saat kita memiliki Tuhan dihidup kita, kita tidak boleh bersikap pesimis. Miliki sikap menghargai Tuhan, sikap seolah kita adalah Yusuf yang hendak diangkat menjadi penguasa Mesir, sikap seolah kita adalah Ester yang hendak diangkat menjadi ratu, meskipun kita hanya orang-orang biasa.

Dalam Ester 8:2, “Maka raja mencabut cincin meterai yang diambil dari pada Haman, lalu diserahkannya kepada Mordekhai; dan Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta milik Haman.” ‘Mencabut cincin materai’ merupakan tindakan profetik, bahwa sejak kebangkitan Tuhan, Dia mengambil kembali cincin meterai kuasa Lucifer dan mengembalikannya ke tangan gereja Tuhan. Di tangan gereja Tuhan, cincin meterai merupakan kunci untuk membuka dan menutup, mengikat dan melepaskan, membangun dan membinasakan. Kunci berbicara banyak hal, tak selalu diartikan sebagai kunci secara harafiah. Tuhan memberikan kunci pada gereja-Nya untuk memindahkan harta orang fasik ke tangan orang benar, untuk mengambil kekayaan iblis dan dipakai demi kemuliaan nama Tuhan, untuk memikat dan menyenangkan hati Raja. Setiap yang kita minta, sebenarnya sudah menjadi milik kita, namun cara kita mendapatkannya bukan dengan kita merengek dan meminta pada Tuhan, tapi dengan memikat dan menyenangkan hati Tuhan. Kita harus ingat bahwa seberkuasa apapun kita, kita bukanlah Raja. Sekalipun Ester sudah dipercayakan cincin meterai raja, Ester tidak lupa bahwa ia bukanlah rajanya. Ester tetap tunduk dan menghormati raja Ahasyweros sebagai raja yang berkuasa atasnya. Kriteria orang yang Tuhan mau bawa naik hidupnya adalah orang-orang dengan hati yang menyembah dilevel kehidupan apapun. Bagaimana kita mengaktifkan cincin meterai atau kunci yang Tuhan berikan bagi hidup kita?

  1. Melalui kebenaran. Kita tidak boleh hidup semena-mena, karena Tuhan mengukur segala sesuatu melalui Firman-Nya. Pegang teguh kebenaran Firman Tuhan dan jangan kompromi.
  2. Melalui perkenanan. Perbedaan orang Kristen sebagai mempelai dan pengacara: Pengacara hanya mengambil sepenggal ayat dan menggunakannya sembarangan, sedangkan mempelai mengenal hati Raja sampai kedalamannya. Hidup kita sudah dibayar lunas oleh penebusan Tuhan di atas kayu salib. Hidup kita sepenuhnya milik Tuhan, karena Dia yang berdaulat penuh atas hidup kita. Seringkali, banyak diantara kita yang mengambil hanya sepenggal ayat Firman Tuhan dan menagih janji Firman pada Tuhan semau kita. Seorang istri adalah pribadi yang paling mengenal hati suaminya. Demikian gereja Tuhan adalah pribadi yang paling tau menyenangkan hati Raja, tau kondisi hati Raja, dan tau kapan waktu meminta kepada Raja.

Jenis doa yang tidak dapat dibatalkan adalah doa yang lahir dari kebenaran dan perkenanan, suatu jenis doa seperti dalam Matius 18:18, “…apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Dalam 1 Yohanes 3:21-22, “Saudara- saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada- Nya, karena kita menuruti segala perintah- Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada- Nya.” Pastikan saat kita datang ke hadirat Tuhan, kita tau bahwa kita sedang dalam perkenanan-Nya dan hati kita benar dihadapan-Nya. Penting bagi kita untuk hidup dalam kekudusan sebelum datang ke hadirat Tuhan. Saat kita sudah mendapat perkenanan hati Tuhan, kita akan memperoleh apa saja yang kita minta. Dalam 1 Yohanes 5:14, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada- Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Keberanian percaya kita saat meminta pada Tuhan adalah kita hidup dalam perkenanan-Nya dan apa saja yang kita minta seturut dengan kehendak-Nya. Saat kita meminta pada Tuhan, pastikan kita hidup dalam kebenaran dan perkenanan Tuhan. Multiplikasi terjadi bukan karena koneksi atau promosi. Multiplikasi terjadi saat hidup kita berkenan pada Tuhan dan kita hidup dalam kebenaran. Jangan menjadi orang yang defensif didalam Tuhan. Senjata orang benar adalah kebenaran dan perkenanan.

Dalam Efesus 4:7-8, “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Bagian kita adalah percaya pada Kristus dan menerima apa yang menjadi kasih karunia Kristus dalam hidup kita. Sedangkan, bagian Tuhan adalah membela hidup kita dari orang-orang yang mendakwa kita. Dalam Amsal 13:22, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” Jangan pernah mencari masalah dengan orang yang berkenan dihati Raja, sebab akan terjadi transfer ilahi. Saat keadaan menjadi semakin sulit, jangan menyerah, tapi kita harus semakin maju. Saat keadaan menghimpit kita, pastikan kita mengakhirinya dan menjadikannya saksi kemuliaan bagi Tuhan. Dalam keadaan apapun, sebagai anak Tuhan kita harus selalu memiliki mentalitas untuk senantiasa memuji Tuhan. Manifestasi iman terbaik adalah ketika kita tetap memuji Tuhan dalam setiap masalah yang kita alami. Markus 11:24 menulis, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Kemenangan dialam jasmani selalu diawali dari kemenangan dialam rohani. (1 Yohanes 5:15) Jangan sekedar memiliki mental untuk menang didalam doa. Berjalanlah sebagai orang yang menang dan sudah menerima setiap berkat dan janji Tuhan, sekalipun kita belum menerimanya.

Seri Pengajaran Kitab Ester, Pasal 8, 10 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s