Simplicity Life

ps.Rubin Ong

Kata ‘pikiran dan perasaan Kristus’ dalam Filipi 2:5-8, memiliki pengertian tentang sikap mental seperti Yesus Kristus. Dia telah memberikan teladan dengan mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba (diambil dari kata ‘doulos’, artinya budak). Kesederhanaan adalah ciri Tuhan sendiri yang mudah ditiru dan diduplikasi. Orang sederhana bukan berarti tidak memiliki apa-apa, tetapi tidak merasa memiliki dan menguasai segala yang ada. Kesederhanaan akan memunculkan hati hamba dan membuat kita hidup berkenan kepada Tuhan. Kesederhanaan akan mengikis roh kepopularitasan. Musuh terbesar dalam kehidupan adalah menaklukkan keinginan diri sendiri. Dalam Amsal 16:32, ”Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Karakter yang rumit tidak dapat dicontoh. Dalam pelayanan, tidak ada popularitas, kita harus memiliki hati hamba bagi siapapun. Banyak orang membaca Firman, bukan hanya melalui Alkitab, melainkan melalui kehidupan kita. Dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus hanya menggunakan air, handuk, dan baskom. Orang yang sederhana adalah orang yang menolak untuk melakukan korupsi dan menolak untuk dikatrol. Prinsip-prinsip kesederhanaan yang harus kita perhatikan sebagai pelayan Tuhan, diantaranya:

  1. Besar kecilnya aktivitas kita sama (Kolose 3:23). Besar kecil aktivitas dalam pelayanan dihadapan Tuhan, jika kita melakukannya dengan segenap hati, maka akan memiliki nilai yang sama. Jadi, kita harus melayani Tuhan sungguh-sungguh dengan segenap hati dan konsistensi. Karena konsistensi merupakan karakter kita. Jadilah berkat bagi orang disekitar kita.
  2. Kesederhanaan itu mudah bergerak dan berubah (2 Korintus 3:17). Kata ‘roh’ berasal dari bahasa Ibrani, ‘ruah/pneuma’ yang artinya angin. Orang yang hidup dalam Roh Allah, akan berada dalam kemerdekaan dan kelepasan. Orang yang sederhana adalah orang yang mudah bergerak, karena ia tidak terbebani permasalahan dosa didalam kehidupannya. Berubah, berarti menuju kebaikan dan kesempurnaan (Ibrani 12:1-2). Ketika seseorang penuh dengan kemuliaan Tuhan, maka hidupnya terbuka apa adanya. Orang yang sederhana, ketika ia mendengar pewahyuan Tuhan, ia mudah untuk bergerak dan berubah. Jangan menjadi orang yang rumit, karena karakter yang rumit akan sukar dicontoh dan ditiru. Kehidupan yang rumit itu tidak berkenan kepada Tuhan.

Simplicity adalah sebuah kehidupan dalam kesederhanaan yang merupakan karakter Tuhan sendiri. Kembangkanlah hidup dalam kesederhanaan, karena ketika kita ditemukan Tuhan memiliki hidup dalam kesederhanaan, maka hal itu akan mendatangkan perkenanan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s