Metamorphosis of Life

ps.Rubin Ong

“Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku! Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: Anak Daud, kasihanilah aku! Lalu Yesus berhenti dan berkata: Panggillah dia! Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau. Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu? Jawab orang buta itu: Rabuni, supaya aku dapat melihat! Lalu kata Yesus kepadanya: Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau! Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” (Markus 10:46-52) Bartolomeus mengalami metamorfosis dalam kehidupannya, karena:

  1. Bartolomeus mengetahui kebutuhannya. Ia mengalami metamorfosis hidup, ketika ia menyatakan imannya untuk sembuh. Tuhan sanggup langsung menyembuhkan penyakit Bartolomeus tanpa harus bertanya, namun Dia ingin mengetahui keyakinan imannya. Tuhan sanggup memulihkan dan menyembuhkan kita. Dia tau apa yang kita perlukan. Namun, yang Tuhan perlukan adalah hati kita. Kita harus menyerahkan hati kita untuk Tuhan. Efesus 1:18, ”Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,” Mintalah supaya Tuhan membuka mata hati kita, sehingga kita dapat melihat terang. Hidup kita harus menjadi berita bagi orang lain.
  2. Bartolomeus berani menanggalkan jubahnya. Dalam masa tersebut, setiap kasta atau jabatan dalam masyarakat memiliki jubah. Imam memiliki jubah yang disebut Efod, dan pengemis juga memiliki jubah pengemis. Bartolomeus berani meninggalkan jubahnya untuk menemui Yesus. Jubah berbicara mengenai pangkat, keahlian, kekayaan, kepahitan, kesombongan, pesimis. Jangan bangga dengan pengalaman. Kita harus berani mencopot jubah kita untuk dapat bertemu dengan Yesus. Dengan melepas jubah kita, maka mata hati kita lebih terang dan kita telah meruntuhkan tembok-tembok yang menghalangi kita untuk bergerak. Bartolomeus mempunyai hak ditolong dalam jubah pengemisnya, namun ia tidak melakukannya. Ia memilih untuk melepaskannya.

(Filipi 2:5-7) Anggur baru harus ditaruh dalam kirbat yang baru. Kirbat lama. jika ingin digunakan untuk anggur baru, harus diminyaki dan direndam dalam air. Hal ini berbicara mengenai diproses. Setelah diproses, maka kirbat lama tersebut diubah menjadi kirbat baru yang siap untuk menerima angggur baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s