Karakter Anak Raja

brt3_1

ps.Philip Mantofa

Kasih Tuhan diberikan bagi semua orang, tapi perkenanan Tuhan tidak demikian, ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh perkenanan Tuhan. Dalam Ester 4:1, Haman membenci Mordekhai dan seluruh bangsa Yahudi, inilah hal yang mengerikan ketika roh jahat mulai berkuasa atas diri manusia. Mordekhai tidak meratapi nasibnya, tapi ia meratapi nasib bangsanya, karena ia mengetahui bahwa bangsa Yahudi dalam bahaya besar. Tuhan tidak kagum dengan orang yang datang ke hadirat-Nya sekedar mencari berkat. Tuhan kagum dengan orang yang datang kehadirat-Nya dan berkata, “Jadikan aku berkat.” Dalam Ester 3:3-4, kebesaran hati seseorang ditentukan oleh apa yang membuatnya merasa frustasi. Mordekhai tidak frustasi dengan perkara kecil yang sia-sia. Mordekhai mengajarkan kita untuk fokus dan tenang, ambil waktu untuk mencari Tuhan dalam masa keterpurukan. Miliki wibawa anak Raja yang tidak memikirkan perkara yang sia-sia. Saat terjadi hal-hal kecil, jangan mudah panas hati. Dalam Ester 4:2-4, saat Mordekhai terancam, ia tidak meratapi dirinya. Namun, ketika bangsanya terancam, ia meratap. Mordekhai memiliki hati yang besar, yang peduli dengan keadaan bangsanya. Orang yang menjadi favorit Raja adalah orang yang tidak menggunakan perkenanan orang lain dengan mudah dan sia-sia. Jangan mudah meminta bantuan dan perkenanan orang lain, kecuali benar-benar dibutuhkan. Perkenanan Tuhan dimulai dari bagaimana kita memperlakukan perkenanan orang lain. Ketika kita tidak mudah meminta sesuatu pada orang lain, maka sekali kita meminta perkenanan orang lain, maka hal itu akan dianggap sebagai suatu hal yang serius.

Sumber kuasa terletak pada keintiman kita dengan Tuhan. Perbedaan antara tukang dengan istri adalah, tukang ketika datang, ia berteriak-teriak, tapi istri cukup berbisik. Sebagai mempelai Kristus, kita memiliki hak keistimewaan yang sama. Kita mempunyai keintiman yang berkuasa, sehingga saat kita meminta sesuatu, maka Raja mengabulkannya. Selalu ada tujuan dan rencana Tuhan dibalik setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Saat kita diberi tanggung jawab, maka disana juga ada kemuliaan Tuhan. Saat kita mengalami masa-masa keterpurukan, jangan pernah merasa kita mampu melaluinya sendiri. Jangan segan meminta orang lain untuk berdoa bagi kita. Kuasa dan kasih Tuhan selalu tersedia bagi hidup kita. Terkadang, kita harus mempertaruhkan segala sesuatu untuk menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki. Jika kita harus mengampuni, maka ampunilah.

Seri Pengajaran Kitab Ester, Pasal 4, 03 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s