Hidup Menyenangkan Hati Tuhan

rev.Mark McClendon

Kita adalah orang berdosa yang hidup dalam tubuh yang fana dan penuh dosa. Ditengah kondisi kita sebagai orang berdosa, kita harus senantiasa bersyukur akan Tuhan dan Juruselamat, dimana kita masih diizinkan hidup didunia, diampuni dan diterima Tuhan, serta dapat hidup intim dengan Tuhan. Darah Yesus telah menebus segala dosa kita. Pribadi Tuhan disini berbicara mengenai Allah memerintah dan berdaulat, dimana kita mengizinkan Tuhan berkuasa atas kehidupan kita. Tunduklah kepada Tuhan dan hiduplah menyenangkan hati-Nya. Bagaimana cara kita untuk hidup menyenangkan hati Tuhan? Dalam Ibrani 11:6 dikatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

  1. Iman kita menyenangkan hati Tuhan. Yakobus 2:26, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” Iman akan stagnasi tanpa kita melangkah. Mari responi panggilan dan Firman Tuhan. Lawanlah arus negatif dunia ini dengan penuh keberanian. Ada dua jenis iman yang kita perlukan, diantaranya iman yang menyelamatkan dan iman untuk melangkah. Iman yang menyelamatkan adalah jenis iman, dimana kita percaya bahwa Allah itu ada, Dia hidup, bahkan menebus dosa dan menyelamatkan kita. Iman untuk melangkah adalah iman dalam kehidupan sehari-hari dimana kita percaya dan berani melangkah karena ada janji-janji Tuhan. Dalam Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Seringkali manusia meminta bukti dan tanda terlebih dulu sebelum melangkah, karena kita tidak percaya (Roma 10:9-10).
  2. Tuhan berkenan pada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Hal ini berbicara mengenai hubungan (relationship). Iman tidak dapat dipisahkan dengan perasaan kita. Hubungan berkaitan dengan passion. Tuhan mencari hati kita.
  3. Ketaatan (Ulangan 11:18-22). Bagaimana cara kita mentaati Tuhan? Taruhlah perintah Tuhan dalam hati dan jiwa kita untuk dilakukan, raihlah dan ambil komitmen bahwa Firman Tuhan merupakan landasan atas segala kehidupan kita. Ajarkanlah perintah Tuhan pada anak-anak kita dengan membicarakannya. Kita harus sungguh-sungguh berpegang pada perintah Tuhan untuk dilakukan, dengan mengasihi Tuhan (passion), hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan berpaut (cleaving) pada-Nya. Cleaving itu berarti kemanapun dan dimanapun kita berjalan dan melangkah, meskipun masalah menerpa kehidupan kita, namun kita memutuskan untuk hidup kita senantiasa berpaut dan tidak lepas dari Tuhan.
  4. Hidup menghasilkan buah. Dalam Yohanes 15:8, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Gunakanlah waktu dalam hidup kita dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s