Level Up Your Faith

pdm.Dwi Sumarsono

“Lalu kata Yesus kepada mereka: Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta. Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang. Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yohanes 2:8-11)

Mujizat di Kana merupakan mujizat pertama yang menjadi pijakan awal pelayanan Tuhan. Dia tidak memilih mujizat pertama pada peristiwa lima roti dan dua ikan, atau ketika Dia berjalan diatas air, membangkitkan Lazarus dan pemuda Nain dari antara orang mati, tapi Dia memilih mujizat pertama ditengah-tengah pesta pernikahan di Kana. Tahun 2013 adalah tahun entering the next level, dimana iman rohani kita harus terus naik dari iman rohani anak-anak, remaja, dewasa, hingga mempelai Kristus. Dalam setiap peningkatan, pasti ada persoalan, dan kebanyakan dari kita seringkali mengandalkan sesuatu yang pada kenyataannya sudah tidak dapat diandalkan ditengah persoalan. Pemimpin pesta dalam pernikahan di Kana, Alkitab menyebutnya sebagai seseorang yang dapat diandalkan oleh orang lain, ia memiliki peranan yang sangat penting. Umat Tuhan, mari andalkan Tuhan senantiasa.

Kita tidak bisa mengandalkan dari sesuatu yang kita lihat. Thomas berusaha mengukir imannya dari sesuatu yang dia lihat, padahal yang menjadi pertentangan, manusia memiliki otak kanan yang jelas berbeda dalam penerimaannya dibandingkan dengan otak kiri. Roma 10:17 menuliskan, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Ketika kita membaca Alkitab secara urut, biarlah kita mengucapkannya dengan jelas hingga telinga kita mendengar, sehingga hati kita mengerti apa yang kita dengar. Iman timbul bukan dari apa yang kita lihat. Roma 2:15 menggambarkan bahwa hati dan pikiran seringkali terbelah dua. “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” Jika seseorang memiliki kemampuan dan kemauan, maka dibutuhkan adanya komitmen, karena rusaknya komitmen terjadi ketika hati nurani mulai bimbang – ada yang menuduh di masa lalu dan ada yang membela. Orang yang bimbang tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Surga. Ubah pikiran dan iman kita hanya mengandalkan Tuhan saja (Mazmur 118:8; Yeremia 17:5-7; Mikha 7:5-7; Mazmur 40:4; Mazmur 62:8). Kadangkala kita sering mengandalkan sesuatu yang kita lihat, seolah-olah didepan kita ada ‘air’, padahal hanya fatamorgana. Seringkali kita mengandalkan kemampuan diri kita terlebih dulu, namun setelah kita mengalami kegagalan, barulah kita percaya kepada Tuhan. Mari percaya kepada Tuhan setiap waktu, bukan sewaktu-waktu. Kehidupan semakin sulit menegaskan kita untuk hanya mengandalkan Tuhan. Sekalipun ada badai, Tuhan akan membuat terobosan bagi kehidupan kita. Tuhan akan memberikan kemenangan sehingga kita akan mengalami pemulihan yang seutuhnya. Yohanes 10:10, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Kata ‘kelimpahan’ dalam bahasa lainnya, perisos berarti supper in quantity and quality.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s