Berbuah di Tempat yang Sukar

brt3_1ps.Philip Mantofa 

(Lukas 13:6-9) Tuhan hanya mempunyai satu rencana atas kehidupan kita. Di mata Tuhan, kita begitu berharga, sehingga tidak pernah Tuhan mempunyai rencana lain dan mengubah rencana awal atas kehidupan kita. Kita mungkin pernah gagal disuatu area, tapi jangan menghakimi diri sendiri, bangkitlah kembali, karena hal itu jauh lebih baik daripada ketika kita telah jatuh, kita larut dalam penyesalan diri sendiri. Jangan pernah berusaha menebus dosa kita dengan kemampuan kita sendiri. Lebih baik kita merangkak dan datang ke tahta kasih karunia Allah. Belajarlah percaya kepada Tuhan. Sekalipun lingkungan tidak mendukung kita, namun ketika kita hidup di dalam Tuhan, maka Dia sanggup membuat kita bertumbuh bahkan berbuah di tempat sulit sekalipun. Pohon ara tumbuh di kebun anggur adalah suatu hal yang tidak mungkin, karena pohon ara memerlukan iklim panas, sedangkan pohon anggur memerlukan iklim yang dingin. Sekalipun mustahil, bagi Tuhan itu adalah mungkin. Pohon ara yang hidup di kebun ara, ketika dikutuk Tuhan bisa menjadi kering. Pohon ara, meskipun tumbuh di kebun anggur, ketika Tuhan menghendaki pohon tersebut bertumbuh, maka pohon ara akan tumbuh bahkan berbuah lebat. Di dalam Tuhan, tidak pernah ada pohon yang bertumbuh ditempat yang salah. Jika saat ini Tuhan menempatkan kita dimanapun, itu adalah kehendak-Nya supaya nama Tuhan dipermuliakan. Tuhan tidak iseng dan tidak pernah teledor, sekalipun kondisi kita dan sekitar tidak sempurna, Tuhan yang meletakkan kita disana dan Tuhan punya rencana atas kehidupan kita. “Look at how great your God is not how big your problems are.”

Ada tiga divine timing (waktu ilahi) untuk anak-anak Tuhan berbuah, diantaranya:

  1. Satu Tahun. Hubungan kita harus lebih intensif didalam Tuhan. Ini bukan keharusan, tapi hal ini penting supaya kita lebih mudah dibentuk. Satu tahun intensif dengan Tuhan, artinya kita lebih baik bersusah-susah diawal dengan Tuhan daripada kita bersusah-susah diakhir. Jika area kelemahan kita dalam hal mengampuni, lebih baik kita mengampuni setiap hari tujuh puluh kali tujuh kali, daripada selamanya hidup dihantui perasaan tidak mengampuni. Ketika kita jatuh, lekas kembali, bangkit, merangkak, dan mendekat menuju tahta kasih karunia Tuhan. Dalam satu tahun pertama, kita akan mengalami proses – di’cangkul’ dan di’pupuk’ – suatu hal yang kurang mengenakkan. Kita akan banyak mengalami proses supaya kita menjadi semakin kuat dan dewasa.
  2. Tiga Tahun. Buah yang pertama keluar, bukanlah buah dalam hal jumlah atau kuantitasnya, tapi buah dalam hal kualitasnya. Tuhan tidak memusingkan hasil yang diluar, Tuhan melihat apa yang didalam, yaitu kedewasaan (maturity). Kedewasaan atau kematangan itu berbuah kedalam, berbicara mengenai kualitasnya. Segala sesuatu yang sifatnya pondasi dalam hidup ini selalu memerlukan tiga tahun. Contoh: 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, bayi lahir memiliki masa 3 tahun pertama sebagai masa keemasan untuk tumbuh dan mengalami banyak hal, Tuhan bangkit pada hari ketiga, Tuhan membuat mujizat air menjadi anggur pada hari pernikahan ketiga di Kana. Tiga merupakan angka penting dalam pondasi iman kita. Kita mungkin tidak melupakan setiap masa kegagalan kita di masa lalu, tapi setelah melewati masa tiga tahun, kita berubah menjadi pribadi yang terlatih, yang pikirannya terfokus kedepan kepada Tuhan, bukan kemasa lalu.
  3. Sepuluh Tahun. Seseorang yang mempunyai bakat, tidak otomatis menjadi seorang juara. Sekalipun kita pintar dan bertalenta dalam bidang tertentu, belum tentu kita bisa menjadi pribadi yang besar. Menurut riset dari seorang pengajar di Harvard, untuk orang yang berbakat bisa menjadi seorang maestro, diperlukan latihan khusus selama 10.000 jam (atau sama dengan 10 tahun). Jangan sia-siakan masa 10 tahun, karena 10 tahun itu berlalu dengan cepat.

Bagaimana kita dapat berbuah ditempat yang sukar? Bersabarlah dan tetap berdoa kepada Tuhan. Antara kita dan orang yang kita kagumi hanya sebuah perspektif yang kita miliki, yang orang lain belum punya. Sekalipun mereka percaya kasih karunia, justru kasih karunialah yang membuat mereka melakukan latihan dan kerja keras sedemikian rupa untuk bisa menjadi seorang yang hebat. “Don’t get envy people success, learn their secret.” Perkara-perkara besar selalu terjadi diarea yang memungkinkan. Ketika situasi serba tidak menentu, disitulah kita berfungsi dan menjadi terang. Sementara orang lain berkomentar, kita menyelesaikan masalah. Jadilah bagian solusi, bukan bagian masalah. Ketika situasi serba mungkin, jadilah pribadi yang mempersiapkan diri, sehingga ketika tiba waktunya, kita akan bangkit dan berbuah lebat. Di dalam Tuhan, setiap kita mempunyai bakat menjadi turn-around man (orang yang mengubah keadaan sulit menjadi berhasil). Jika saat ini kita ditempatkan pada posisi yang semuanya serba mungkin (mungkinkah kita berhasil? Mungkinkah kita sukses?), Tuhan sedang menunggu orang benar dibangkitkan di area itu. Tanyalah pada Tuhan, peran apa dalam hidup kita di area itu dan mintalah Tuhan melahirkan perkara besar melaui kehidupan kita.

Gereja Mawar Sharon, 26 Januari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s