Persembahan Buah Sulung

ps.Bambang Jonan

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baikdari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.” (Ibrani 11:4) Kain dan Habel adalah anak-anak Allah yang sama-sama menyembah Allah. Suatu hari mereka mempersembahkan korban, namun hanya persembahan Habel yang diterima Tuhan, karena Habel mempersembahkan persembahan yang lebih baik (more excellent, more in quality) daripada Kain. Apa yang dipersembahkan Habel sehingga menarik hati Tuhan? Habel memberikan persembahan sulung kepada Tuhan. Dalam Kejadian 4:4 dituliskan, “Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu.” Contoh persembahan sulung dalam Alkitab, diantaranya:

  • Abraham (Kejadian 22:12-14). Tuhan senang dengan persembahan sulung, karena ketika kita meminta kepada Tuhan, Dia pasti memberi kita yang terbaik. Tuhan tidak meminta lembu atau kambing, Tuhan meminta kepada Abraham, anaknya yang tunggal. Ketika kita mempersembahkan buah sulung, kita menyampaikan isi hati kita dan menghormati Tuhan. Tuhan menyediakan (Jehovah Jireh = God see) muncul pertama kali dalam Alkitab ketika Abraham berani memberikan anaknya yang tunggal sebagai persembahan sulung.
  • Hana (1 Samuel 1:9-11).

Bagaimana cara kita mempersembahkan persembahan sulung? (Ulangan 26:1-4) Persembahan sulung adalah salah satu hari raya bangsa Israel, dimana orang Israel sedang menikmati berkat-berkat Tuhan. Seberapa besar kita memberikan persembahan sulung? Alkitab mencatat bahwa kita membawa persembahan sulung ‘seberkas’. Allah, bukanlah Tuhan yang akan mengambil apa yang kita miliki, tapi Dia adalah Tuhan yang memberi. Persembahan sulung diberikan kepada para imam, merupakan bentuk pendeklamasian karena kita mengakui bahwa Allah telah memberkati kita, penyertaan Allah sempurna dalam kehidupan kita, dan kita percaya bahwa Allah yang akan menyediakan segala kebutuhan dan keperluan kita (Imamat 23:10-11). “Dan yang terbaik dari buah sulung apapun dan segala persembahan khusus dari apapun, dari segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat.” (Yehezkiel 44:30). Dalam Amsal 3:9-10, “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” Segala sesuatu yang kita miliki adalah bukti kebaikan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s