No Fear

rev.Joyce Meyer

Tuhan menyediakan sesuatu untuk kita lakukan. Untuk mampu melakukannya, kita harus berani dan memiliki ketegaran hati. Kita tidak boleh hidup dalam rasa takut. Kata ‘ketakutan’ (FEAR = False Expectations Appearing Real) berarti bukti-bukti palsu yang kelihatan nyata. Saat rasa takut mencengkram kita, sesungguhnya hal itu merupakan kebohongan. Hanya satu sikap orang percaya ketika menghadapi rasa takut, yaitu dengan memperkatakan seperti yang Raja Daud katakan, bahwa aku tidak akan pernah takut (i will never fear). Setiap kita pernah mengalami rasa takut dan hal tersebut tidak menjadi masalah, asalkan kita berani melangkah keluar untuk menghadapi hal-hal yang tidak pernah kita hadapi sebelumnya tersebut. Belajarlah untuk percaya kepada Tuhan. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7) Tak peduli seberapa besar rasa takut menguasai kehidupan kita, Tuhan ingin mematahkan rasa takut itu atas hidup kita. Kasih adalah pusat dimana kuasa bekerja. Semakin kita mengasihi, mengampuni, dan berbelas kasihan, maka semakin kita berkuasa atas kehidupan. Jangan biarkan rasa takut menguasai diri kita, sebab Tuhan menyertai kita. Saat kita sedang mengalami ketakutan, jangan melarikan diri. Orang yang berani adalah orang yang juga pernah merasakan ketakutan, namun mereka memilih untuk tetap melangkah maju pada sasarannya, tanpa pernah membiarkan rasa takut itu untuk menghentikan dirinya. Ketakutan membuat kita mundur dan iblis mau kita mengalami kemunduran. Saat kita mundur, maka segala sesuatu yang semula besar pun menjadi kecil dan iblis mau membuat kehidupan kita yang besar menjadi kecil.

“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah Para Rasul 5:29) Jika kita mengizinkan Tuhan menuntun kehidupan kita, maka Dia akan memberikan ide-ide kreatif atas hidup kita. Jangan izinkan perlakuan orang lain mengendalikan masa depan kita. Kita harus berdiri bersama Tuhan, sehingga Tuhan akan meninggikan kita, memberikan perkenanan-Nya dan mempromosikan kita. “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10) Jadilah terkenal dan memiliki reputasi yang baik di Surga. Dalam ekonomi Tuhan, kita harus berkorban dan membayar harga sebelum kita memperoleh sesuatu. Tuhan akan memberi upah bagi setiap kita yang mencari diri-Nya. Kita tidak perlu takut jika kita membuat sebuah kesalahan. Perasaan bersalah hanya membuat seseorang tidak lagi berani mencoba, karena dirinya merasa takut gagal. “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali,” (Amsal 24:16a) Kita bukanlah orang gagal, kecuali kita memilih untuk menyerah. Meskipun kita pernah berbuat kesalahan, beranilah melangkah keluar dan ambil keputusan untuk kita tidak menyerah.

Mimpi dalam kehidupan kita merupakan sesuatu yang luar biasa. Jika kita memiliki mimpi, maka musuh akan mencoba untuk menghentikan itu, karena itu kita harus menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah. Jangan berhenti dan menyerah, karena Tuhan telah membayar lunas untuk kita memiliki kehidupan yang terbaik. Taruh iman percaya kita kepada Tuhan, karena iman percaya kita membuat Tuhan berkenan atas kita. Kasih Tuhan tidak berdasarkan pada apa yang kita perbuat, tapi pada apa yang Tuhan telah lakukan atas kita, dan bagaimana respon kita untuk mengimaninya. Datanglah kepada Tuhan dalam iman. Tuhan tidak selalu menjawab kebutuhan kita disaat yang sama, tapi Tuhan adalah Pribadi yang tidak pernah lalai menepati janji-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita pada waktunya. Jangan biarkan rasa takut bersuara didalam kehidupan kita. Suarakanlah iman percaya kita. Janganlah hidup dalam ketakutan.

Janganlah kuatir dengan apa yang kita tidak miliki, karena ketika kita memiliki Tuhan, maka kita telah memiliki lebih dari apapun yang kita butuhkan. Berhati-hatilah dengan perkataan kita, karena perkataan kita penuh kuasa. Fokuskan pandangan kita pada Tuhan, jangan terlalu lama memandang ‘raksasa’ dalam kehidupan kita, karena semakin besar kita membicarakan masalah kita, maka masalah kita akan menjadi semakin besar pula. Tak peduli apa yang orang lain katakan tentang diri kita, namun yang terpenting adalah apa yang Tuhan katakan tentang kita. Belum terlambat bagi kita untuk memulai visi dan mimpi yang baru. Apa yang kita sedang lihat saat ini, jangan melihat apa yang dibelakang kita, namun tataplah kedepan dengan iman percaya, karena semua yang kita lihat akan Tuhan berikan bagi kita. I will not fear, i will never quit, and i will never give up. I am going to do something great.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s