Authority of God

rev.Joyce Meyer

Iblis merupakan musuh dari setiap kita, namun kita harus menyadari bahwa kuasa iblis tidak lebih besar daripada kekuatan kuasa yang kita miliki. Dalam Yakobus 4:7 berkata, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” 1 Petrus 5:8 berkata, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Iblis hanya dapat menaklukkan orang-orang Kristen yang lemah. Iblis tidak dapat menelan orang-orang Kristen yang hidupnya memiliki Roh Kudus dan semangat yang berapi-api. Sadarilah bahwa kita sedang berada dimedan peperangan, suatu peperangan rohani dan jasmani. Iblis sedang berusaha untuk mematahkan, membingungkan, dan membuat kita menjadi depresi, namun sukacita Tuhanlah yang menjadi kekuatan kita. Tak peduli masalah apapun dan dimanapun, selama kita mampu mempertahankan sukacita, damai sejahtera, kebenaran, dan senantiasa berjalan dalam kasih, maka kita telah memenangkan peperangan atas iblis. “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.” (Efesus 3:12) Tuhan selalu menang atas segala pergumulan.

Tak peduli bagaimana dan dari latar belakang apa kita memulai kehidupan ini, yang terpenting adalah bagaimana kita mengakhirinya. Tinggalkan segala yang ada di belakang kita, dan pandanglah apa yang ada di depan kita. Tuhan tinggal didalam kita, Dia mengasihi kita tanpa syarat, dan Dia tidak pernah sekalipun meninggalkan kita. Ketahuilah bahwa Tuhan ingin memakai kita untuk mengubah kehidupan. Hanya dimulai dari seorang yang dipenuhi dengan Roh Kudus pun mampu membawa perubahan bagi bangsa ini. Ketika Tuhan membukakan pintu, maka musuh akan berusaha untuk menghentikannya, namun kita memiliki kuasa untuk mengalahkannya. Kita telah meraih kemenangan, saat kita mau belajar untuk senantiasa menyerukan nama Yesus. Kata sambutan manusia tidak mempunyai kuasa dibandingkan dengan perkataan Firman Tuhan.

Saat berada di medan peperangan, kita mempunyai senjata-senjata rohani yang harus digunakan. Karenanya, jangan tinggalkan senjata-senjata rohani kita. “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Efesus 6:11) Dalam 2 Korintus 10:4, “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” Ada beberapa senjata rohani yang harus kita kenakan sebagai umat Tuhan, diantaranya:

  1. Kencangkanlah ikat pinggang kebenaran Firman Tuhan. Pegang teguh Firman-Nya bahkan saat masalah mendatangi kita. Tetap katakan, Tuhan Yesus baik.
  2. Kenakanlah kasut damai sejahtera. Karena tanpa damai sejahtera, kita tidak memiliki kuasa. Dalam Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Pertahankanlah damai sejahtera disaat kita dalam masalah, supaya kita dapat tampil sebagai pemenang. Biarlah Tuhan yang berperang bagi kita. Roh Kudus memberi kita kuasa, kita adalah kepala bukan ekor, kita akan naik bukan turun, bahkan segala yang kita sentuh akan diberkati Tuhan.
  3. Kenakanlah jubah kebenaran. Tuhan memberi kita kebenaran, tapi kita harus mengenakannya supaya kita dapat memenangkan peperangan. Kebenaran kita, bukanlah diukur dari perbuatan baik kita, tapi karena apa yang Tuhan telah lakukan atas kita dan kita telah dibenarkan didalam-Nya. Seringkali kutuk dan perasaan bersalah menjadi lawan dari kebenaran yang akan melemahkan kita. Jika kita berdosa, akui dosa kita dan bertobatlah, maka Tuhan akan mengampuni kita, sehingga tidak ada celah bagi musuh untuk mengintimidasi kita dengan perasaan bersalah. Tuhan tidak terkesan dengan jubah jasmani kita. Tuhan terkesan pada jubah rohani kita. Identitas kita sebagai pribadi yang dibenarkan Tuhan, jelas berbeda dengan kita yang ingin dibenarkan melalui perbuatan dan segala yang kita lakukan.

Roh Kudus memberikan damai sejahtera, sukacita, kebenaran, dan memampukan kita untuk berjalan dalam kasih. Dalam Wahyu 16:15, “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Banyak orang berpakaian secara jasmani, namun telanjang secara rohani. Jagalah pakaian rohani kita dan kenakanlah senantiasa. “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:14) Kenakanlah kasih kemanapun dan dimanapun, kasihilah orang lain, karena Tuhan adalah kasih. “Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-39) Kasih Tuhan memulihkan kita. Kasihilah diri kita sendiri secara ilahi, sehingga kita mampu untuk mengasihi orang lain. Kasihilah diri kita sendiri secara seimbang. Jangan remehkan sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita, sesuatu yang unik. Dalam Yohanes 10:10, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Belum terlambat bagi kita untuk merebut kembali segala yang dicuri oleh iblis. Kita mampu melakukannya karena kita memegang senjata-senjata rohani dan kita mempunyai kuasa.

Orang yang memberi adalah orang yang mempunyai kuasa. Orang tamak tidak mempunyai kuasa. Dengan kita menjangkau dan menolong orang lain, berarti kita sedikit memiliki musuh. Ketika kita mengasihi orang lain, berarti kita sedang mengampuni orang lain dan menambah kuasa yang kita miliki. “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8) Saat kita menghibur orang lain, kita sedang berjalan dalam kasih. Saat kasih yang kita nyatakan kepada orang lain mampu membuat mereka merasa berharga, maka iblis tidak dapat berkuasa atas kehidupan mereka. Kunci dari unity adalah pengampunan. Tanpa kasih, tidak ada kuasa. Mengenakan kasih adalah saat kita sadar melakukannya karena kebenaran. Saat badai masalah hampir menenggelamkan kita, percayalah bahwa Tuhan sanggup untuk mengangkat kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s