Level Up Your Life

ps.Daniel Arief Sugianto

Dalam pembuatan sebuah film, sutradara merupakan sosok penting yang menentukan jalan cerita. Namun, peran sutradara hanya sebatas menentukan skenario dalam film tersebut. Diperlukan aktor atau aktris sebagai sosok yang menjalani skenario yang telah diatur sang sutradara. Dalam kehidupan ini, Tuhan adalah sutradara kehidupan. Dia telah menyusun skenario kehidupan, dimana kita sebagai aktor atau aktrisnya berperan menjalani kehidupan sesuai dengan skenario yang telah Dia rancangkan. “Life’s a game, so level up.” Hidup ini adalah sebuah arena pertandingan. Seperti layaknya atlet sepakbola yang memulai karirnya dari divisi yang rendah, atlet tersebut harus memacu dirinya, meningkatkan kualitas dan kemampuannya untuk dapat naik ke tingkatan divisi yang lebih tinggi. Demikian juga dengan kita, mari pacu diri kita, tingkatkan kualitas dan kemampuan kita untuk menjalani kehidupan ini sesuai skenario Tuhan dan naik ke level berikutnya. Dalam Yosua 1:4, Tuhan berfirman kepada Yosua, “Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.” Tuhan menjanjikan wilayah yang diinjak Yosua dan bangsa Israel akan menjadi milik mereka, namun janji Tuhan tersebut baru terealisasi seutuhnya pada pemerintahan Raja Daud. Karena itu, Raja Daud dikenal sebagai raja Israel yang mampu melakukan penggenapan janji Tuhan atas bangsanya. Tuhan memberikan janji-janji-Nya kepada kita, namun bukan berarti kita tinggal diam. Kita harus melakukan bagian kita untuk menggenapi janji Tuhan itu.

Dalam menyikapi perjalanan kehidupan, ada tiga jenis manusia yang dapat kita pelajari dalam tindakan mereka untuk menggenapi janji Tuhan, diantaranya:

  1. The Quitters (Kejadian 14:10-12), yaitu jenis orang yang memilih menjalani kehidupan ini dengan datar-datar saja, tidak ada gairah, tidak berani mencoba, menyerah sebelum melakukan, sibuk dengan khayalan-khayalannya tentang sebuah kesuksesan. Orang ini menunggu adanya hujan emas dari langit. Ia sering murung, mudah frustasi dan kecewa terhadap perjalanan hidupnya.
  2. The Campers (Bilangan 32: 1-5, 10), yaitu jenis orang yang lebih baik daripada tipe the quitters, namun tetap memiliki kekurangan yang tidak dapat dijadikan teladan. Orang ini mudah merasa puas dengan segala sesuatu yang telah dihasilkannya. Melalui pencapaiannya, ia memilih membangun kemah dan memutuskan untuk tetap tinggal di tingkatan tersebut. Mereka merasa nyaman dengan kondisinya sekarang dan merasa cukup dengan segala yang sudah mereka capai. Hal ini menyebabkan berhentinya pengembangan diri dan prestasi yang telah ia torehkan selama ini.
  3. The Climbers (Yosua 14:10-12), yaitu jenis orang yang selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Ia mempunyai orientasi yang besar, tidak pernah puas dengan segala yang telah ia miliki sekarang. Orang ini senantiasa belajar dan belajar, bekerja dan bekerja, dan selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik dalam menjalani kehidupannya.

Memasuki tahun 2013, janganlah kita sekedar mengikuti slogan “entering the next level” namun tidak ada semangat untuk merealisasikan hidup kita untuk masuk ke level berikutnya. Jadikan tahun 2013, untuk kita masuk dalam kelompok the climbers, bukan kelompok the quitters maupun the campers, untuk naik ke level berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s