Soul Care

ps.Daniel Arief Sugianto

3 Yohanes 1:2

Tubuh kita adalah Bait Allah. Tuhan berkenan ketika kita menjaga tubuh kita dengan baik. Seringkali kita hanya tahu merawat tubuh, padahal ada satu elemen yang menentukan banyak hal dalam hidup kita, yaitu jiwa kita. Alangkah baiknya jika kita turut soul care, menjaga jiwa (pikiran, perasaan, kehendak), tidak hanya body care. Hendaknya kita tidak menganggap enteng keadaan jiwa kita, jangan sampai ada celah atau kelalaian sekecil apapun, supaya jiwa kita tidak dipenuhi dan didominasi oleh hal-hal negatif, karena keadaan jiwa atau hati kita akan mengendalikan kehidupan kita (Amsal 4:23). Jiwa menentukan kehidupan dalam segala aspek kehidupan kita. Apabila jiwa kita sehat, maka seluruh keadaan kita yang lain akan sehat. Dalam New King James Version, 3 Yohanes 1:2 mengatakan, “Beloved, I wish above all things that you may prosper and be in health, just as your soul prospers.” Kemakmuran jasmani (lahiriah) harus dimulai dari kemakmuran jiwani, keadaan jiwa (respon) yang baik. Jiwa yang makmur adalah jiwa yang kaya akan pengampunan, damai sejahtera, pengharapan, dan sukacita. Tetaplah memiliki respon yang benar meskipun menghadapi berbagai keadaan yang buruk. (Bilangan 14:24) Tuhan akan mengistimewakan orang-orang yang berbeda jiwanya, yaitu mereka yang memiliki keadaan jiwa yang benar (sehat).

Emmet Fox menulis, “You cannot be healthy; you cannot be happy; you cannot be prosperous; if you have a bad disposition.” Mari perbaiki disposition atau watak kita. Baik tidaknya keadaan hidup kita bukan ditentukan oleh sesuatu yang ada diluar. Sesuatu dari luar tidak dapat mempengaruhi dan merugikan apapun selama didalamnya baik dan sehat. Tuntutan kita bukanlah menuntut yang diluar baik, tapi tuntutan yang utama adalah supaya yang didalam menjadi baik terlebih dahulu. Pikiran, perasaan, dan kehendak kita harus baik dan sehat, inilah kunci untuk merubah yang diluar menjadi baik. Dalam Bilangan 14:24, Kaleb diistimewakan bukan karena yang diluar baik, melainkan karena jiwanya baik. Ketika bangsa Israel menggerutu (cerminan dari hati yang sedang menentang Tuhan) bahkan memberontak dan melawan kebijakan Tuhan, Kaleb memilih untuk mengucap syukur, meskipun tak ada alasan untuk itu. Ia tetap mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati (Ulangan 1:34-36). Ketika kita mengalami masalah, beranikan diri kita mengambil keputusan untuk menjaga pikiran, perasaan, dan kehendak kita tetap baik dan benar dihadapan Tuhan. Seseorang bisa bersyukur, bukan karena situasinya yang lebih baik daripada orang lain, tapi karena sikap dan respon yang ia pilih.

Jangan sampai jiwa kita miskin akan pengucapan syukur dan pujian penyembahan. Jangan sampai jiwa kita larut dalam menggerutu dan mengeluh, karena mereka akan dihakimi dan dijatuhkan hukuman (Yudas 1:14-16). Mengeluh dan perasaan kecewa itu manusiawi, namun apabila kita terus menerus mengeluh dan kecewa, maka itu adalah hal yang tidak baik. Sebagai manusia biasa yang masih memiliki hati, tentunya pernah merasa sakit hati dan itu merupakan hal yang manusiawi, namun jangan biarkan diri kita terus menerus hidup dalam kepahitan. Hanya mereka yang tinggal didalam Tuhan yang bisa terus menerus bersukacita.

Bersyukur adalah sebuah sikap hidup yang bisa dikembangkan tanpa menunggu alasannya. Bersyukur bukan karena tergantung keadaan, tapi pilihan (tetap memegang prinsip kehidupan yang benar dalam menanggapi berbagai situasi baik buruk yang dihadapi, tanpa beralasan untuk terpengaruh oleh keadaan dan perlakuan orang lain). Kita punya kemerdekaan untuk memilih respon kita terhadap keadaan kita. Contoh: tetap mengampuni dan mengucap syukur, meskipun hati terluka), itulah yang akan menentukan kualitas kehidupan kita. Paksa jiwa kita untuk mengucap syukur dan memuji Tuhan. Jika kita berani memilih untuk mengucap syukur, maka Tuhan akan menjawab doa kita. Tuhan ‘tak tahan’ dengan umat-Nya yang mampu mengucap syukur dalam situasi yang sulit, sebagai tanda bahwa ia mengasihi Tuhan tanpa alasan (Yunus 2:9-10). It is not happy people who are thankful; it is thankful people who are happy. Jika kita mengucap syukur maka kita akan bahagia. Pilihlah untuk mengucap syukur dan tetap percaya apapun keadannya. Ciptakan keadaan yang baik melalui jiwa yang baik pula. Jiwa kita bisa disegarkan setiap hari dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan (Mazmur 19:8).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s