Kasih Karunia Allah

ps.Mohammad Riza Solihin

Wahyu 22:20-21 menuliskan bahwa ada kasih karunia Allah yang selalu menyertai kita dan membuat perbedaan didalam kehidupan kita. Seluruh tulah dan malapetaka yang terjadi merupakan kasih karunia, karena melalui seluruh tulah dan malapetaka, bangsa Israel mendapatkan perlindungan dan kasih karunia dari Allah semesta alam. Ada lima prinsip kasih karunia (Yohanes 1:16), diantaranya:

  1. Allah lakukan bagi kita. Kita menerima mujizat, kebahagiaan, kesembuhan, dan segala yang baik, karena Allah yang melakukan segalanya bagi kita.
  2. Kita mendapatkan yang seharusnya tidak kita terima (yaitu pengampunan) dan kita tidak mendapatkan yang seharusnya kita terima (yaitu penghukuman).
  3. Bahan bakar dalam kehidupan kita. Kasih karunia bukanlah modal dasar kehidupan kita, karena kita memperoleh kasih karunia setahap demi setahap. Perkenanan Tuhan terjadi bergerak maju didalam kehidupan kita, yang membuat kita tidak pernah ragu untuk melangkah didalam kehidupan kita, sampai Tuhan datang untuk yang kedua kalinya.
  4. Kasih karunia adalah seimbang. Ketika kita lahir dari kasih karunia, maka hidup kita akan penuh dengan buah-buah Roh. Kasih karunia harus disertai dengan ketaatan, namun bukan karena ketaatan kita, maka kita menerima kasih karunia, tapi karena kasih karunia, kita tetap kuat untuk taat akan kebenaran Firman Tuhan.
  5. Iman adalah percaya bahwa Allah ada didalam kehidupan. Iman bukanlah alat tukar untuk kita mencapai tujuan, namun mujizat dan semua yang baik didalam kehidupan, akan kita terima jika kita memiliki iman bahwa Sumber Mujizat ada didalam kehidupan kita. Kita bisa melakukan segala sesuatu didalam kehidupan kita karena kita percaya Sumber Tujuan kita ada didalam kehidupan pribadi kita. Saat Allah yang tidak terbatas memenuhi kita, maka kita yang terbatas mampu melakukan hal-hal yang tidak terbatas. Kita tidak perlu membayar apapun untuk mendapat mujizat, karena harganya telah lunas dibayar oleh Yesus di atas kayu salib. Yang menjadi bagian kita adalah melakukan kebenaran yang Tuhan mau kita lakukan sesuai dengan Firman Tuhan.

Jika kita hidup dalam kasih karunia, maka kita akan hidup dalam ketaatan, bukan karena kita mampu, namun kita percaya bahwa Allah melakukan untuk kita, menerima yang seharusnya tidak kita terima, bahan bakar dalam kehidupan kita, kasih karunia seimbang dan menghasilkan buah-buah Roh, dan percaya bahwa Allah ada dalam kehidupan kita. Bukan karena kita layak, namun kasih karunia Tuhan yang melayakkan kita, oleh karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib bagi kita untuk menebus kita umat yang dikasihi-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s