Honor to Entering the Next Level

ps.David Tjakra Wisaksana

Yesaya 60:1-6

Mulai bulan September 2012, kita memasuki sebuah visi yaitu “entering the next level” dan Tuhan memberikan berkat-Nya dalam level yang lebih tinggi, yaitu keluarga yang dipulihkan dan berkat yang berlimpah. Untuk menerima berkat Tuhan tersebut, kita harus: (1) berseri-seri, yaitu senantiasa bersukacita, bersyukur, dan tersenyum, apapun yang terjadi didalam kehidupan kita; (2) tercengang dan berbesar hati, yaitu lapang dada dan mudah mengampuni.

Firman Tuhan mengajar kita poin penting untuk masuk ke level berikutnya adalah tentang hal ‘memperhatikan’ (make attention, honor, respect). Sebagai anak Tuhan, dengan memberi perhatian pada setiap perkataan Tuhan, maka kita sedang memuliakan Tuhan dan menghormati nama-Nya. Kita dituntut untuk memberi perhatian kepada Firman Tuhan, supaya kita tidak jatuh kedalam dosa dan senantiasa hidup didalam berkat-berkat Tuhan. Ada tiga hal yang harus kita perhatikan untuk masuk ke level berikutnya, diantaranya:

  1. Memperhatikan apa yang telah kita dengar (Ibrani 2:1). Mendengar dan memperhatikan akan membuat kita mengerti dan memampukan kita untuk melakukannya didalam kehidupan kita. Tuhan berkata, orang bijaksana adalah orang yang mendengar dan melakukan perkataan-Nya. Waspadalah dengan segala yang ditawarkan dunia, jangan sampai hanyut terbawa arus.
  2. Memperhatikan dengan cara apa kita membangun kehidupan kita (1 Korintus 3:10). Dasar kehidupan kita adalah Tuhan, tapi perhatikanlah bagaimana kita membangun kehidupan kita diatas dasar ini, apakah dengan emas, perak, dan batu permata (berbicara tentang hal-hal yang mulia dan berkenan kepada Tuhan, suatu benda-benda hasil proses alam yang cukup berat) atau dengan kayu, rumput kering, dan jerami (berbicara tentang hal-hal yang murahan dan sembarangan, benda-benda yang bukan merupakan hasil proses). Kita bisa menghindari proses yang Tuhan izinkan terjadi didalam kehidupan kita, tapi sekali waktu akan ada api Tuhan yang menguji. Dasar kita bisa sama, tapi dengan cara apa kita membangun diatasnya itu adalah keputusan kita masing-masing.
  3. Memperhatikan untuk menghormati nama Tuhan (Maleakhi 2:1-2). Pelanggaran orang Israel yang menyebabkan Tuhan tidak berbicara selama 400 tahun adalah karena mereka tidak mendengarkan dan tidak memberi perhatian akan suara Tuhan.

Contoh: Hawa, karena tidak memperhatikan Firman Tuhan, ia jatuh kedalam dosa dengan mengikuti perkataan ular (Kejadian 3:6); Kain, karena tidak memperhatikan Firman Tuhan, ia membunuh Habel, adiknya, sehingga ia menerima hukuman dari Tuhan, yaitu menjadi terkutuk, tanah yang dikerjakan tidak memberi hasil, dan menjadi seorang pelarian (Kejadian 4:6-7, 11-15). Dua hal yang Tuhan ingin kita lakukan yaitu jangan membalas kejahatan dengan kejahatan dan jangan mengambil apa yang menjadi milik Tuhan, sebab pembalasan adalah hak Tuhan. Kiranya kita menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan dan menerima berkat-berkat Tuhan dalam level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s