Tenggelam dalam Dimensi Tuhan

pdm.Andreas Nugroho

Dalam Yehezkiel 47:1-5, Tuhan ingin kita semakin hari semakin bertumbuh secara rohani. Dalam perjalanan kehidupan rohani kita, Tuhan ingin kita makin tenggelam dalam dimensi Tuhan. Tuhan ingin umat-Nya dari hari ke hari semakin bertumbuh kearah Dia (Roma 8:28-29). Ada empat tahap dalam perjalanan kehidupan rohani kita, diantaranya:

  1. Yehezkiel 47:3, perjalanan kehidupan rohani ada di pergelangan kaki, merupakan tahap awal pertumbuhan rohani, saat kita mengenal dan dipanggil Tuhan, suatu dimensi bayi rohani. Tuhan tidak menginginkan kita berada dalam dimensi ini (Ibrani 5:12-13). Tuhan ingin kita bertumbuh.
  2. Yehezkiel 47:4, Yohanes 4:24, perjalanan kehidupan rohani ada di lutut, berbicara tentang doa, pujian, dan penyembahan kepada Tuhan. Doa adalah dialog orang percaya dengan Tuhan, suatu kerinduan yang kuat untuk semakin intim dan melekat berkomunikasi dengan Tuhan. Dia ingin doa menjadi kehidupan dalam hidup kita. Memuji dan menyembah menjadi gaya hidup dalam kehidupan kita. Kesukaan kita adalah menaikkan pujian penyembahan seperti Daud.
  3. Efesus 6:14, perjalanan kehidupan rohani ada di pinggang, berbicara tentang kehidupan yang benar, selaras, sepadan, sesuai, seturut dengan Firman Tuhan. Penuhi hati, jiwa, dan pikiran kita dengan Firman Tuhan, dan bertekadlah untuk hidup dalam kebenaran (Yohanes 15:7).
  4. Tenggelam dalam dimensi sungai Tuhan, hanya mengalir dan mengikuti Tuhan. Tuhan ingin kita berada didalam dimensi ini. Hidup kita sepenuhnya bukan kemauan, keinginan, kehendak kita, tapi apa yang menjadi kemauan, keinginan, dan kehendak Tuhan. Tujuannya, agar kita serupa dan segambar dengan Tuhan. Contoh: (Yohanes 4:34) Tuhan Yesus tenggelam dalam kemauan, keinginan, dan kehendak Bapa; anak muda kaya yang memilih meninggalkan Tuhan daripada hartanya.

Jika kita ingin tenggelam dalam dimensi sungai Tuhan, kita harus percaya bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Ciri-ciri orang yang berada dalam dimensi ini, (Kejadian 45:5-8) dia meyakini dan mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi atas hidupnya ada dalam kehendak dan seizin Tuhan. Tuhan akan mengangkat kita naik dalam dimensi yang lebih tinggi dan kita akan menerima berkat yang utuh. Tuhan tidak pernah merancangkan keadaan yang buruk meskipun kita berada didalam keadaan yang sulit (Kejadian 47:12), karena kita sedang diproses untuk dimuliakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s