Doa yang Memindahkan Gunung

ps.Johnny Tan (pastor at Ambassador Baptist Church of Singapore)

Markus 11:22-24

Ada lima hal yang dapat kita pelajari mengenai doa yang memindahkan gunung, diantaranya:

  1. Mengetahui posisi Kristus dan posisi kita didalam Kristus (Filipi 2:9-11). Tidak ada posisi yang lebih tinggi dari posisi Kristus – seorang Pribadi dengan posisi, otoritas dan kekuasaan tertinggi. Nama-Nya adalah nama diatas segala nama. (Efesus 2:6) Semua harus tunduk dan hormat kepada nama Tuhan. Dia membawa kita ke tempat-Nya, dan oleh karena itu, kita pun berada diposisi yang tertinggi didalam-Nya. (2 Samuel 7:15; 1 Korintus 15:27; Kejadian 1:26) Jika kita mengetahui posisi kita ini, maka kita akan mengalami hidup yang berkemenangan.
  2. Mengetahui Firman Tuhan (Ibrani 4:12). Firman Tuhan adalah Firman yang hidup, memiliki kehidupan, aktif, dapat bergerak dan bertindak (always go into action), berkuasa. Hal inilah yang disebut dengan istilah ‘rhema’, yaitu Firman Tuhan yang Dia sampaikan sesuai keadaan diwaktu tertentu dan menyentuh hati kita (memberi kekuatan dan jalan keluar dalam pergumulan). Sedangkan istilah ‘logos’ seluruh perkataan Firman Tuhan yang ada didalam Alkitab dan menyentuh pikiran kita (memberi pengetahuan). Untuk dapat bergerak dari logos menjadi rhema, maka Firman Tuhan tersebut harus diucapkan. Dalam King James Version, dikatakan bahwa Firman Tuhan itu quick in action (cepat dalam bertindak). Ketika Firman Tuhan bertindak, maka ada kuasa dan mujizat terjadi.
  3. Mengidentifikasi yang menjadi gunung didalam kehidupan kita. Gunung berbicara tentang pergumulan didalam kehidupan kita, sakit penyakit, masalah yang dihadapi dalam hal finansial, dan sebagainya. Gunung masalah itu berbeda-beda, ada yang sangat besar, ada yang besar, dan ada yang kecil. Ketika kita sudah bisa mengenali gunung masalah kita, maka kita dapat bertindak ke langkah berikutnya.
  4. Memerintahkan gunung kita itu. Ada perbedaan antara doa yang biasa-biasa dengan doa yang memindahkan gunung. Doa yang biasa berkata, “Tuhan, saya minta…” (Statusnya belum datang). Sedangkan doa yang memindahkan gunung berkata, “Tuhan, saya minta…” (Mengucap syukur kepada Tuhan dan jangan mengeluh. Pada saat kita mengeluh, maka kita tidak akan menerimanya – statusnya akan datang). Saat kita mengucap syukur, maka doa kita sedang dalam perjalanan untuk kita terima. Janganlah terus menerus meminta hal yang sama, tapi mengucap syukurlah untuk hal yang sudah kita doakan tersebut. Kita harus aktif bergerak terlebih dulu, dan memerintahkan gunung itu untuk pergi, maka gunung pun akan pergi. (Yohanes 6:63) Perkataan-perkataan Firman Tuhan menjadi berkuasa ketika kita mulai mengatakannya. (Yesaya 55:11) Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia.
  5. Memerintahkan gunung kita, percaya dan tidak ragu didalam hati kita, maka Tuhan berkata, “Itu akan dikerjakan bagimu.” 100% percaya adalah kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s