Bahagia Didalam Pencobaan

pdm Ade Surya Tarigan

Yakobus 1:2-3 kata ‘pencobaan’ berasal dari bahasa Yunani, peirasmos, artinya diuji, digoncang dari bagian luar, supaya diketahui kualitas seperti apa yang terdapat dibagian dalamnya. Ujian adalah sesuatu yang berasal dari luar; sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi didalam hidup kita untuk mengetahui kualitas iman kita. Dalam Matius 6:12-14, kata ‘pencobaan’ berbeda dengan yang dimaksudkan dalam Yakobus 1:2-3 tadi. Didalam Matius, konteksnya berbicara mengenai pengampunan, bagaimana kita harus melepaskan pengampunan terhadap orang yang bersalah kepada kita dan tidak menyimpan kepahitan yang menimbulkan sakit hati. Orang yang tidak bisa mengampuni akan sakit. Jika kita tidak bisa mengampuni, maka dunia kita akan semakin sempit. Saat peirasmos terjadi, kita harus meresponinya dengan benar. Kita harus menyadari bahwa ditengah pencobaan yang terjadi, Tuhan sedang memisahkan mempelai Kristus, antara ilalang dengan gandum, menjelang kedatangan-Nya untuk kedua kalinya; Dia ingin melihat adakah iman yang hidup kita miliki saat pencobaan terjadi. Iman selalu dinyatakan dalam kesulitan. Kondisi yang terjadi hari-hari ini akan menunjukkan seberapa besar kualitas iman kita. Kita harus bahagia ketika peirasmos terjadi, karena:

  1. Kita diizinkan Tuhan menjadi pembelajar (murid) untuk belajar sesuatu, untuk mengetahui seberapa besar kapasitas iman kita. Seseorang yang bukan murid, tidak perlu mengalami ujian. Ketika pencobaan menghampiri kita, jangan mengeluh, banggalah menjadi seorang murid dan jangan bangga menjadi seorang jemaat. Manusia cenderung mengenal siapa Tuhan, tapi seringkali manusia tidak mengenal siapa dirinya sendiri.
  2. Kita diguncang dibagian luar supaya diketahui apa saja yang tersimpan dibagian dalam. Segala sesuatu yang diguncang itu hanya terjadi karena ada isi, ada sesuatu yang terdapat didalamnya. Tidak mungkin seseorang iseng mengguncang sesuatu yang dipegangnya, yang tidak ada isinya. Kita diguncang karena kita ada isinya. Segala sesuatu yang tidak ada isinya, tidak perlu digoncang. Jangan jadikan goncangan sebagai sebuah hal yang harus ditakuti, namun bersukacitalah.
  3. (1 Korintus 10:13) kita diberi jalan keluar supaya kita dapat menanggungnya. Tuhan sudah menyediakan kunci dan jalan keluar atas segala pencobaan dan ujian yang kita alami. Pada Dialah sudah ada jawabannya.