Berjalan Dalam Hukum Tuhan

pdp.Aruna Wirjolukito

Dimata orang Yahudi, anjing adalah binatang yang tidak pernah mendapat kehormatan. Keluaran 22:31 menyimpulkan bahwa orang Israel hanya makan sesuatu yang kudus dari Tuhan; binatang domba, kambing, dan sapi yang diterkam binatang buas (makanan sisa) tidak pantas bagi umat pilihan Tuhan dan harus dilemparkan kepada anjing. (Amsal 26:11) Orang bebal digolongkan setara seperti ‘anjing’. Dalam Perjanjian Lama, ‘anjing’ tidak mendapat tempat terhormat dimata orang Yahudi. (Filipi 3:2; 2 Petrus 2:20-22; Wahyu 22:15) kata ‘anjing’ berbicara mengenai orang bebal dan orang najis. Dalam kisah mengenai 12 orang pengintai ke tanah perjanjian, hanya Yosua dan Kaleb yang kembali membawa pandangan yang positif dan keduanya diberkati Tuhan. Tuhan bisa memakai Yosua dan Kaleb. Yosua artinya ‘keselamatan’. Kaleb artinya ‘anjing’. Yosua tergolong sebagai orang elit dari keluarga terpandang. Tuhan bisa memakai orang dari keluarga terpandang dan diberkati; dari keluarga yang benar maupun berantakan. Siapapun yang meresponi panggilan Tuhan, Dia bisa memakainya. Tuhan tidak pilih-pilih orang.

(Matius 15:21-28) orang Yahudi menerima hukum Tuhan yang mengatur kehidupan mereka. ‘Kaleb’ berarti orang yang hidupnya sekehendak hati. Menurut konsep pemikiran orang Israel, mereka memandang bangsanya sebagai kumpulan orang elit, sedangkan bangsa lain dianggap orang Israel setara dengan ‘anjing’. Jika kita mengikuti keinginan hati kita sendiri tanpa bertanya lebih dulu pada Tuhan, sebenarnya dimata Tuhan, kita setara dengan ‘anjing’. Tuhan merestorasi dan memberi cara pandang yang baru mengenai ‘anjing’. Tuhan berkata, jika kita merasa setara dengan ‘anjing’, namun kita datang ke bawah meja Tuhan dan berlutut menerima hukum Tuhan, maka kita akan menerima berkat Tuhan. Kata ‘anjing’ dalam bahasa Gerika memiliki dua jenis yaitu anjing geladak (yang berebut tulang) dan anjing peliharaan (yang jika dipelihara, terkadang lebih baik daripada manusia). Saat perempuan Sidon dipanggil Tuhan dan ia bersujud kepada-Nya, Dia menganggap perempuan itu sebagai ‘anjing peliharaan’. Orang yang tunduk pada Tuhan akan mengerti rencana-Nya. Kita diberi kuasa oleh Tuhan untuk mengubah kutuk menjadi berkat. Perkataan kita akan mengubah keadaan. Ada restorasi pemulihan ketika Tuhan mau membuka tangan-Nya bagi kita, tapi kita harus ikut dan tunduk dalam Firman Tuhan sehingga identitas kita bukan lagi seumpama ‘anjing’ melainkan ‘anggota keluarga’.

Jangan jadi orang yang hidup sekehendak hatinya sendiri, yang hidupnya senantiasa berjuang untuk dapat hidup normal. Jangan jadi orang yang diberkati, namun air mata kesedihan tidak henti mengalir. Untuk mengikut Tuhan, kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:11-12). Dalam Tuhan, kita diminta untuk berperang meskipun Tuhan berjanji akan memberi kita kemenangan. Jika kita mengerti hukum Tuhan, mau menundukkan diri di bawah meja Tuhan seperti ‘anjing peliharaan’, maka roti dari meja tuan akan jatuh pada kita. Kata ‘roti’ berbicara mengenai anugerah, berkat rohani yang dashyat. Hidup kudus dan mengikut Tuhan merupakan bentuk peperangan. Kaleb pada akhirnya mendapatkan Hebron (kota pentahbisan raja besar). Kata ‘Hebron’ artinya fellowship (hubungan). Mengertilah keinginan Tuhan dan jangan hidup sekehendak hati kita sendiri. (Yohanes 7:38-39) sejak Tuhan mati bagi kita, maka kita seharusnya tidak menjadi orang yang hidup sekehendak hati kita sendiri. Hidup kita adalah bagi Tuhan.

Rapture

pdp.Aruna Wirjolukito

Wahyu 14:14-15 berbicara mengenai pengangkatan. Tuhan datang ke muka bumi sebanyak tiga kali, yaitu ketika Dia menjejakkan kakinya saat lahir di Betlehem, Yehuda, Efrata (dikenal dengan peristiwa Natal); rapture (pengangkatan); dan second coming (Tuhan menginjakkan kaki-Nya ke Bukit Zaitun dan bukit itu terbelah). Pada peristiwa rapture, Tuhan tidak menjejakkan kakinya ke muka bumi. Kita tidak sedang menantikan second coming, tapi kita sedang menantikan pengangkatan. Ada dua jenis penuaian, yaitu penuaian oleh Tuhan (pengangkatan) dan penuaian oleh malaikat (second coming). Kita disimbolkan sebagai buah-buahan musim kemarau (summer fruits), salah satu cirinya, buah-buahan musim kemarau jika terlambat dituai, maka buahnya akan menjadi busuk.  Saat ini kita sedang berada dalam Wahyu 14:6-7 (berbicara mengenai penginjilan malaikat). Tahun 2014 akan terjadi goncangan-goncangan di langit, bumi, laut, dan semua mata air. Kita harus berserah pada Tuhan. Jika kita sedang mengalami hal yang tidak mengenakan pada tahun ini, jangan lekas marah dan bersungut-sungut kepada Tuhan, tapi berserahlah kepada-Nya, karena Tuhan akan membukakan pintu bagi hidup kita. Kita selamat karena kasih karunia. Kita tidak diselamatkan karena Hukum Taurat. Hukum Taurat searah (tidak bertentangan) dengan kasih karunia, tapi Hukum Taurat tidak akan membawa kita masuk kedalam Surga. Kita semua tidak sedang berjuang meraih keselamatan, karena kita semua sudah diselamatkan. Tujuan kita adalah memerintah bersama dengan Tuhan.