Rapture

pdp.Aruna Wirjolukito

Wahyu 14:14-15 berbicara mengenai pengangkatan. Tuhan datang ke muka bumi sebanyak tiga kali, yaitu ketika Dia menjejakkan kakinya saat lahir di Betlehem, Yehuda, Efrata (dikenal dengan peristiwa Natal); rapture (pengangkatan); dan second coming (Tuhan menginjakkan kaki-Nya ke Bukit Zaitun dan bukit itu terbelah). Pada peristiwa rapture, Tuhan tidak menjejakkan kakinya ke muka bumi. Kita tidak sedang menantikan second coming, tapi kita sedang menantikan pengangkatan. Ada dua jenis penuaian, yaitu penuaian oleh Tuhan (pengangkatan) dan penuaian oleh malaikat (second coming). Kita disimbolkan sebagai buah-buahan musim kemarau (summer fruits), salah satu cirinya, buah-buahan musim kemarau jika terlambat dituai, maka buahnya akan menjadi busuk.  Saat ini kita sedang berada dalam Wahyu 14:6-7 (berbicara mengenai penginjilan malaikat). Tahun 2014 akan terjadi goncangan-goncangan di langit, bumi, laut, dan semua mata air. Kita harus berserah pada Tuhan. Jika kita sedang mengalami hal yang tidak mengenakan pada tahun ini, jangan lekas marah dan bersungut-sungut kepada Tuhan, tapi berserahlah kepada-Nya, karena Tuhan akan membukakan pintu bagi hidup kita. Kita selamat karena kasih karunia. Kita tidak diselamatkan karena Hukum Taurat. Hukum Taurat searah (tidak bertentangan) dengan kasih karunia, tapi Hukum Taurat tidak akan membawa kita masuk kedalam Surga. Kita semua tidak sedang berjuang meraih keselamatan, karena kita semua sudah diselamatkan. Tujuan kita adalah memerintah bersama dengan Tuhan.

Mengapa Ada Masalah Dalam Hidup Kita?

pdp.Aruna Wirjolukito

(Mazmur 20:7-8) percayalah pada Tuhan, bukan kepada yang lain. (Wahyu 3:7) Kata ‘Filadelfia’ berarti kasih persaudaraan. Tuhan memperkenalkan diri pada jemaat Filadelfia dengan dua ciri, sebagai the righteous one and the holy one (yang kudus dan yang benar). Jemaat di Filadelfia merupakan jemaat dari tujuh jemaat yang Tuhan puji dan tidak pernah diberi sanksi. Tuhan mau umat-Nya hidup benar dan kudus. Ada tiga pihak yang harus bekerjasama untuk sebuah anugerah Tuhan, yaitu: anak kecil, murid Tuhan Yesus, dan orang-orang yang sabar menunggu. Banyak orang yang mampu melihat masa depan, namun hanya Yesus yang mampu melihat sampai dengan kesudahannya melalui Firman-Nya. Kita diberi kuasa untuk mengubah akhir dari bangsa ini. Ada sebelas hal, mengapa ada masalah dalam hidup orang percaya?

  1. Kita tinggal bersama dengan orang fasik, sehingga kita mengalami penghakiman global. Jika orang fasik mengalami penghakiman, maka kita diluputkan Tuhan. Contoh: Nuh.
  2. Sudah mendapat janji dan nubuatan Tuhan, tapi tidak sabar. Ketahuilah bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin. Contoh: Abraham (Kejadian 16:15-16; 17:1).
  3. Tidak berdoa, acuh, dan jalan terus memakai kekuatan sendiri. Jika ada perubahan rencana dalam kehidupan kita, jangan mengeluh. Kita harus hidup seturut dengan Firman Tuhan. Contoh: Yakub.
  4. Kita tau perintah Tuhan, tapi kita tidak menurutinya karena sakit hati. Contoh: Yunus.
  5. Khilaf (melakukan perbuatan yang melukai hati dan mempermalukan nama Tuhan). Jika kita khilaf, lekas bertobat meminta pengampunan pada Tuhan. Kasih Tuhan adalah kasih yang membangun, kasih-Nya adil dan tidak gampangan. Tuhan tidak ingin kita dihukum bersama dengan orang fasik. Contoh: Daud.
  6. Memiliki gaya hidup pendosa. Contoh: Simson, Yudas.
  7. Kita sudah mendapat janji berkat, tapi kita menjadi sombong dan nekad (2 Tawarikh 34:28; 35:20-24). Banyak orang dijanjikan berkat, menjadi tinggi hati dan merasa mampu mengubah rencana Tuhan. Contoh: Yosia.
  8. Sok tau, sok berani, dan tidak cerdik. Contoh: Adonia.
  9. Kita tidak bermasalah, tapi keputusan orang-orang disekitar kita membawa kita dalam masalah, sehingga kita terbawa arus (Kisah 27:11, 21-22, 24). Berdoalah pada Tuhan untuk menyelamatkan sekitar kita. Contoh: Paulus.
  10. Tuhan mau mengajar kita, ada pembelajaran baru (Matius 17).
  11. Tuhan mempunyai rencana untuk sebuah kemuliaan dan kita terlibat dalam rencana Tuhan. Jangan mengatakan bahwa penderitaan sebagai sebuah kekalahan. Tuhan mengetahui iman kita, lakukanlah rencana Tuhan.