Gerbang Kehidupan

ps.Jacobus Wibowo, Director of Business Office Ministry

ps.Jacobus Wibowo, Director of Business Office Ministry

Kisah Para Rasul 3:1-10

Gerbang Indah, ironisnya pada gerbang tersebut terjadi kelumpuhan. Definisi gerbang (pintu) adalah sebuah dimensi perpindahan (transisi) dari satu ruangan ke ruangan lain. Setiap hari, ada banyak pintu yang kita lalui, mulai dari pintu kamar tidur, kamar mandi, bahkan saat kita meninggalkan rumah pun, kita harus melalui pintu. Dalam kerohanian kita juga banyak pintu rohani yang harus kita waspadai, supaya tidak terjadi kelumpuhan yang mengakibatkan stagnasi rohani. Keseharian yang kita lalui merupakan sebuah pintu menuju level berikutnya. Janganlah kita menjalani hari demi hari tanpa sesuatu yang berguna. Jangan sampai kita lumpuh karena kegagalan masa lalu, namun tetaplah bersemangat dan tak berhenti untuk mencoba dan berusaha. Waspadalah terhadap rutinitas yang dapat melumpuhkan kita, sehingga kita tidak dapat naik level di tahun ini. Belenggu rutinitas betul-betul dapat membuat seseorang menjadi kehilangan visi. Gereja Tuhan yang sejati adalah mereka yang berada di luar tembok gereja untuk menyatakan Kerajaan Allah di muka bumi. Ilustrasi: Seekor belalang yang ditaruh didalam toples berusaha keluar 100 kali, namun mengalami kegagalan karena selalu terbentur tutup toples. Saat peneliti membuka tutup toples itu, sang belalang sudah lumpuh dan tidak mau melompat untuk ke-101 kalinya, karena ia berpikir pasti ia akan terbentur tutup toples lagi. Inilah bahayanya sebuah rutinitas. Bagaimana sikap kita untuk menjalani hari demi hari supaya kita tidak mengalami kelumpuhan?
  1. Kejarlah hal yang spiritual lebih dari hal material (pursue the spiritual more than material). Milikilah mata yang menangkap visi Tuhan, yaitu mata spriritual yang melihat dari ketinggian hadirat Tuhan, bukan sekedar mata yang memandang sebatas masalah ataupun mata duitan. Di dunia kerja, lihatlah dengan kacamata Tuhan, doakan supaya lingkungan kerja dan sekeliling mengalami lawatan Tuhan. Ketika kita mampu melihat kehidupan seperti Tuhan melihat, kita tidak akan dikalahkan oleh permasalahan kehidupan. Orang lumpuh secara rohani hanya mengejar material. Ketika Petrus dan Yohanes melalui Gerbang Indah, ada seorang lumpuh yang sekedar meminta sedekah pada mereka. Kita harus waspada dan selalu mencari Tuhan, mengejar pengenalan akan Tuhan, dan mentaati Firman-Nya daripada mengejar material. Ada empat era kehidupan manusia, diantaranya: (a) Era agrikultur (orang sukses adalah orang yang rajin mengusahakan tanahnya); (b) Era industrial (orang sukses harus memproduksi barang-barang baru yang lebih bermanfaat, yang diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan banyak orang); (c) Era informasi (orang sukses adalah orang yang menguasai informasi); (d) Era spiritual (banyaknya perkembangan okultisme, sihir, dan berbagai tipuan iblis).
  2. Targetkan maksimal, kerjakan optimal (maximized your target, optimized your effort). Tuhan tidak menuntut kita untuk bisa melakukan segala hal. Dia menghendaki kita melakukan semaksimal mungkin apa yang kita mampu lakukan untuk mencapai visi-Nya yang sempurna. Lihat posisi tangan kita, apakah tangan kita sekedar meminta dan mengharapkan berkat-berkat Tuhan. Untuk naik ke level berikutnya, ubah posisi telapak tangan kita menghadap ke bawah, artinya kita menjadi berkat. Sebagai anak-anak Tuhan yang diberkati, kelolalah waktu dan tenaga yang kita miliki dengan semaksimal mungkin untuk melakukan hal-hal yang berguna, maka Tuhan pasti akan memberkati segala usaha kita. Di lingkungan pekerjaan, bahkan dimana pun kita berada, kita dapat memberi usaha yang terbaik untuk menjadi berkat.

Harapkan mujizat setiap hari. Mujizat lebih sering menghampiri orang-orang yang mengharapkannya. Tuhan akan memberi pemulihannya bagi kita. Bagian kita mencari dan mengejar Tuhan, jangan terfokus pada material. Lihat telapak tangan kita, ada garis tangan membentuk huruf M. Mengapa Bapa Surgawi memeteraikan huruf M di telapak tangan kita? Karena ada ‘mujizat’ (miracle) setiap hari bagi kita.

GBI Baranangsiang, 21 April 2013
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s